Artikelnews, Pasangkayu – Wakil Bupati Pasangkayu, Dr Hj Herny Agus, memimpin rapat koordinasi terkait langkah-langkah antisipasi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) dalam menjalankan ibadah puasa, Rabu (11/2/2026).

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan pengamanan dan penegakan aturan terutama aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum menjelang bulan suci Ramadhan.

Rakor yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Pasangkayu ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kominfopers, Kepala Kesbangpol, Binda Sulbar, Perwakilan Dandim 1427/Pasangkayu, Perwakilan Polres Pasangkayu, Damkar Pasangkayu, Dinas koperindag pasangkayu, Dinas lingkungan hidup, dinas ketahanan pangan, Sat Pol PP, Kabag kesra, serta Kabag Protokol kabupaten Pasangkayu.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal penting, antara lain peningkatan koordinasi, antar instansi, pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing OPD, serta langkah-langkah strategis dalam menjaga ancaman dan gangguan dalam menjalankan ibadah puasa.

Wakil Bupati Pasangkayu, Hj Herny Agus, menyampaikan momentum bulan suci Ramadan ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam, oleh karena itu, seluruh pihak harus mempersiapkan diri mengantisipasi berbagai hal. Misalnya ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang menjadi kewajiban bersama untuk menjaga agar keadaan tetap kondusif dan masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa.

“Tentunya kita juga perlu ketahui bersama, biasanya dalam menghadapi bulan suci Ramadan, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, kemudian gangguan ketertiban dan keamanan, peredaran miras, narkoba, serta hiburan malam. Ini yang patut kita antisipasi agar masyarakat tidak terganggu dalam pelaksanaan ibadah,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam rapat ini, Wabup Herny meminta dijadikan wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi serta menyusun langkah-langkah strategis dan antisipasi secara terpadu.

Untuk beberapa hal tersebut yang perlu diperhatikan yaitu memperkuat koordinasi lintas sektor yaitu antara pemerintah daerah dan TNI, Polri, dan instansi vertikal serta elemen masyarakat.

“Selanjutnya, menjaga stabilitas harga ketersediaan bahan pokok dan pengawasan distribusi dan langkah pengendalian yang terukur,” kata Herny..

Kemudian mengoptimalkan pelayanan publik agar tetap dijamin dengan baik, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga tanggung jawab bersama agar daerah kita tetap kondusif menjelang bulan suci Ramadan.