Artikelnews.com, Parepare — Nama H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) semakin lekat dengan geliat dakwah Subuh di Kota Parepare.
Sebagai Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, HBS dikenal berada di barisan awal dalam menghidupkan gerakan Safari Salat Subuh Berjamaah yang kini semakin ramai diikuti masyarakat.
Majelis Syuhada sendiri tumbuh sebagai gerakan keagamaan yang fokus pada dakwah, ibadah, dan memakmurkan masjid, dengan ciri khas mengajak umat hadir bersama-sama pada waktu Subuh.
Dalam banyak kesempatan, jamaah hadir dengan pakaian serba putih, lalu memenuhi saf-saf masjid dengan semangat ibadah yang terasa hidup dan menggetarkan.
Jamaah Terus Bertambah Karena Dinilai Murni Dakwah
Salah satu hal yang paling menonjol dari perjalanan Majelis Syuhada adalah terus bertambahnya jumlah jamaah dari waktu ke waktu. Kehadiran mereka tidak lagi dipandang sekadar sebagai komunitas subuh biasa, tetapi mulai dilihat sebagai gerakan ruhani yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat.
Banyak kalangan menilai demikian satu di antaranya adalah Ustaz Fahri Nusantara (Ketua Ormas Islam dan tokoh agama di Kota Parepare).
Dia mengatakan bahwa salah satu sebab mengapa jamaah Majelis Syuhada terus bertambah adalah karena gerakan ini tidak tercium membawa aroma politik, melainkan hadir dengan wajah yang sederhana, religius, dan fokus pada ibadah.
Karena itulah, masyarakat merasa lebih nyaman untuk ikut hadir. Yang dibangun bukan hiruk-pikuk kepentingan, tetapi suasana ukhuwah, kebersamaan, dan semangat kembali meramaikan rumah Allah.
Bukan Sekadar Ramai, Tapi Sedang Menjaga Istiqamah
Meski jumlah jamaah terus bertambah dan gaungnya semakin terasa, perjalanan Majelis Syuhada tentu masih merupakan proses yang terus dijaga dan diikhtiarkan.
Gerakan seperti ini bukan hanya soal ramai sesaat, tetapi soal bagaimana menjaga ruh istiqamah agar semangat Subuh berjamaah tetap hidup dari waktu ke waktu.
Di situlah letak tantangan sekaligus nilai dari gerakan ini. Sebab mengajak orang hadir ke masjid di waktu Subuh bukan perkara ringan. Ia membutuhkan kesadaran iman, pembiasaan, keteladanan, dan kesinambungan dakwah.
Karena itu, yang sedang dibangun oleh HBS bersama jamaah Majelis Syuhada hari ini bukan sekadar kerumunan, tetapi kebiasaan baik yang diharapkan bisa terus tumbuh menjadi budaya keislaman di tengah masyarakat.
Dari Saf Subuh, Semangat Umat Terus Dihidupkan
Majelis Syuhada Kota Parepare hari ini hadir dengan satu pesan yang sederhana namun kuat: menghidupkan Subuh, memakmurkan masjid, dan menjaga semangat kebersamaan umat.
Di tengah zaman ketika banyak orang mudah berkumpul untuk urusan dunia, gerakan seperti ini justru mengingatkan bahwa masjid tetap harus menjadi pusat ruhani umat, dan Subuh tetap harus menjadi salah satu tanda hidupnya iman di tengah masyarakat.
Dari saf-saf Subuh itulah, Majelis Syuhada terus melangkah. Perlahan, tenang, dan istiqamah; sembari berharap bahwa semakin banyak umat yang terpanggil untuk kembali merasakan kemuliaan salat berjamaah di rumah Allah.





Tinggalkan Balasan