Artikelnews.com, Parepare — Kota Parepare menunjukkan komitmennya menjadi Kota Inklusi, yang memastikan semua orang, tanpa memandang perbedaan fisik, gender, ras, atau kemampuan memiliki akses, kesempatan, dan partisipasi penuh dalam masyarakat.
Wujud menjadi Kota Inklusi itu di antaranya dengan memberi ruang bagi semua kalangan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan.
Melalui Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, Pemerintah Kota Parepare membuka ruang bagi semua kalangan termasuk perempuan, anak hingga penyandang disabilitas menyalurkan aspirasinya dalam perencanaan pembangunan.
Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun mengatakan, Perda Nomor 2 Tahun 2020 itu adalah wujud penegasan Pemkot Parepare menjadikan Parepare Kota Inklusi.
“Karena selain Musrenbang RKPD, Pemerintahan Kota Parepare juga melaksanakan beberapa Musrenbang salah satunya Musrenbang Disabilitas, yang diharapkan dapat mewujudkan perencanaan pembangunan yang inklusif adil dan responsif gender,” ungkap Zulkarnaen.
Zulkarnaen menekankan, Musrenbang Disabilitas ini adalah sebuah terobosan yang menjamin keterlibatan penyandang disabilitas dalam menyampaikan aspirasi, menyampaikan kebutuhan, serta memperjuangkan hak-hak mereka dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Kepala Dinas Sosial Parepare Andi Erwin Pallawarukka turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Musrenbang Disabilitas.
“Dinas Sosial mendukung melalui penyiapan personel pendamping rehabilitasi sosial, PKSK, dan SDM PKH. Kami mendukung Parepare menuju Kota Inklusi,” ujar Andi Erwin.

Dukungan sama diungkap Kepala Dinas Kominfo Parepare M Anwar Amir. “Dinas Kominfo Parepare berkomitmen untuk memastikan pembangunan di Parepare tidak hanya fisik tapi juga digital. Dan kami mendukung terlaksananya Musrenbang Disabilitas menuju Parepare Kota Inklusi,” tegas Anwar Amir.
Menyerap aspirasi para penyandang disabilitas, Tim Musrenbang Disabilitas Parepare didampingi setiap kecamatan dan kelurahan, turun langsung mengunjungi rumah-rumah warga Penyandang disabilitas.
Beberapa aspirasi mencuat dalam kunjungan itu, di antaranya permintaan kemudahan akses layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial hingga berusaha UMKM secara mandiri.
Ada juga yang berkeinginan masuk pesantren dan jadi Hafiz Qur’an. Bahkan ada atlet catur disabilitas Parepare, yang berhadap diperhatikan kehidupannya, dan diberi bantuan kasur yang lebih memadai.
“Terima kasih bisa diikutkan dalam Musrenbang Disabilitas. Harapan ke pemerintah agar kami penyandang disabilitas bisa lebih diperhatikan lagi. Dimudahkan mendapatkan lapangan pekerjaan atau mendapatkan bantuan usaha agar bisa mandiri,” harap Yusril Pratama, penyandang disabilitas wicara (tunawicara).
Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Parepare Fitri mengapresiasi Pemkot Parepare atas perhatiannya kepada penyandang disabilitas.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Parepare atas terlaksananya Musrenbang Disabilitas. Semoga terus dapat dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya,” kata Fitri.






Tinggalkan Balasan