Artikelnews, Malang – Kasus pernikahan siri sesama perempuan yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, berujung saling lapor polisi antara kedua belah pihak.

Pernikahan antara Intan Anggraeni dan Yupi Rere alias Rey itu menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus tersebut mencuat setelah Intan lebih dulu melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen.

Laporan itu kemudian menarik perhatian luas setelah terungkap adanya dugaan bahwa Rey yang sebelumnya diketahui sebagai laki-laki oleh Intan ternyata merupakan seorang perempuan.

Fakta tersebut baru diketahui Intan pada malam pertama setelah pernikahan siri mereka yang berlangsung pada 3 April 2026 di Kota Malang.

Momen tersebut disebut menjadi awal dari munculnya konflik antara keduanya yang kemudian semakin membesar.

Intan mengaku sangat terkejut ketika mengetahui kondisi sebenarnya dari Rey pada saat itu.

Ia menuturkan bahwa kejadian tersebut membuatnya syok hingga menangis karena merasa identitas pasangannya tidak diketahui sejak awal pernikahan.

Situasi itu pun menjadi titik awal memanasnya hubungan keduanya hingga berujung pada laporan hukum dan polemik yang masih berlanjut.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh Rey, ia membantah adanya hubungan intim pada malam pertama seperti yang beredar di media sosial.

Menurutnya, malam tersebut hanya diisi dengan percakapan biasa di dalam kamar.

“Di kamar ya enggak ngapa-ngapain. Cuma ngobrol biasa saja,” ujar Rey dalam keterangannya kepada wartawan, yang dikutip dari Tribuntrends.com, Sabtu (11/4/2026).

Rey juga menegaskan bahwa sejumlah narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Ia bahkan mengaku sempat berniat membatalkan pernikahan sebelum acara berlangsung. Alasannya, ia ingin terlebih dahulu menjalani proses operasi kelamin.

Namun, rencana tersebut disebut tidak berjalan sesuai keinginannya. Rey mengaku sempat mendapat tekanan dari pihak tertentu sehingga pernikahan tetap dilanjutkan.

“Saya sempat mau membatalkan pernikahan itu, tapi ada tekanan,” ungkapnya.

Rey juga menjelaskan bahwa setelah pernikahan, ia memilih kembali ke rumahnya di Kota Batu atas kemauannya sendiri, bukan karena diusir seperti yang beredar di sejumlah informasi.

Di sisi lain, Intan justru menyebut dirinya merasa tertipu dengan berbagai janji yang diberikan oleh Rey sebelum pernikahan berlangsung.

Intan mengungkap bahwa dirinya sempat dijanjikan kehidupan mewah, mulai dari rumah besar hingga mobil mewah seperti Lamborghini.

Tak hanya itu, Intan juga mengaku dijanjikan pernikahan mewah di hotel berbintang di Malang, lengkap dengan kehadiran sejumlah artis terkenal seperti Judika, Adella, hingga NDX AKA.

Bahkan, desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan disebut akan dihadirkan sebagai penata rias.

Intan mengaku sempat percaya dengan semua janji tersebut karena Rey tampil meyakinkan, bahkan menunjukkan video yang diklaim sebagai bukti kepemilikan mobil mewah.

Namun, setelah pernikahan berlangsung, hubungan keduanya justru memburuk.

Intan kemudian melaporkan Rey ke pihak kepolisian atas dugaan pemalsuan identitas.

Tidak tinggal diam, Rey kemudian melakukan langkah hukum balik dengan melaporkan Intan ke Polres Batu atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.

Laporan tersebut disampaikan pada Rabu malam (8/4/2026).

Rey mengaku langkah hukum itu diambil setelah dirinya merasa nama baiknya dicemarkan melalui berbagai pemberitaan dan unggahan di media sosial.