Oleh: H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E.
Muassis Majelis Syuhada Parepare

Langit keilmuan Parepare seakan berduka. Kabar wafatnya Prof. Dr. H.M. Siri Dangnga (Ayahanda dr. H. Budiman Siri Sp.B, M.Kes – Jamaah Majelis Syuhada Parepare) mengguncang hati masyarakat.

Meninggalkan kesedihan yang mendalam sekaligus kesadaran akan besarnya kehilangan sosok ulama, pendidik, dan pembimbing umat yang selama ini menjadi lentera ilmu dan akhlak.

Kepergian beliau bukan sekadar perpisahan seorang tokoh, melainkan terputusnya satu mata rantai penting dalam perjalanan panjang tradisi keilmuan.

Sosok Prof. Siri Dangnga dikenal luas bukan hanya karena keluasan ilmunya, tetapi juga karena keteladanan akhlak, keteguhan prinsip, serta dedikasinya dalam membina generasi.

Majelis Syuhada Kota Parepare, yang didirikan oleh H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) menyampaikan duka cita mendalam seraya menegaskan bahwa warisan terbesar Almarhum adalah ilmu yang diamalkan dan diwariskan kepada umat.

Dalam keterangannya, Majelis Syuhada menyebut bahwa setiap huruf ilmu yang diajarkan oleh Almarhum akan terus hidup, menjadi cahaya yang menerangi, bahkan setelah beliau wafat.

Prof. Dr. H. Muhammad Siri Dangga, M.S.

“Beliau bukan hanya mengajar, tetapi membentuk. Bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi menanamkan nilai,” demikian ungkapan yang menggambarkan sosok Almarhum di mata para murid dan masyarakat.

Dalam perspektif ajaran Islam, nilai keabadian ilmu yang bermanfaat telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad, bahwa di antara amalan yang tidak terputus adalah ilmu yang memberi manfaat.

Hal ini menjadikan kepergian Prof. Siri Dangnga bukanlah akhir, melainkan awal dari terus mengalirnya pahala melalui jejak keilmuan yang beliau tinggalkan.

Masyarakat Parepare kini tidak hanya mengenang, tetapi juga ditantang untuk melanjutkan estafet perjuangan ilmu dan dakwah yang telah dirintis.

Sosok seperti beliau adalah fondasi dalam membangun peradaban yang berakar pada ilmu, iman, dan akhlak.

Majelis Syuhada Kota Parepare turut memanjatkan doa, semoga Allah ﷻ mengampuni segala khilaf Almarhum, melapangkan kuburnya, menjadikannya taman dari taman-taman surga, serta meninggikan derajatnya bersama para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih.

Kepergian boleh memisahkan raga, namun ilmu dan keteladanan akan tetap hidup, menjadi cahaya yang tak pernah padam di tengah umat.

Selamat jalan Ayahanda Prof…