Artikelnews, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris, menerima kunjungan kerja rombongan DPRD Kabupaten Wajo di ruang rapat direksi Kantor PDAM Makassar, Kamis (23/04/2026).
Kunjungan yang dipimpin Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, itu bertujuan melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pengelolaan perusahaan air minum daerah, mulai dari aspek regulasi, manajemen operasional, hingga strategi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Dirut Andi Syahrum Makkuradde dan Plt Dirum Andi Taufiq Aris didampingi oleh jajaran pejabat struktural PDAM Makassar yang turut memberikan pemaparan teknis serta gambaran operasional di lapangan.
Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari referensi untuk pembenahan PDAM di daerahnya.
Ia mengungkapkan, PDAM Wajo masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada tingginya biaya produksi akibat kualitas air baku dari Danau Tempe yang memerlukan proses pengolahan lebih kompleks.
“Kami melihat Makassar sudah menunjukkan kemajuan, terutama dalam efisiensi dan manajemen. Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami di Wajo,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM Andi Syahrum memaparkan kondisi terkini PDAM Makassar yang tengah berbenah melalui penguatan efisiensi, tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan air bersih.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu setahun terakhir, kondisi keuangan perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Saldo kas yang sebelumnya berada di kisaran Rp3 miliar kini meningkat menjadi sekitar Rp71 miliar.
“Ini hasil dari upaya efisiensi yang konsisten. Kami menjaga likuiditas agar perusahaan tetap sehat dan mampu berinvestasi untuk pelayanan ke depan,” ujar Andi Syahrum.
Ia menegaskan, PDAM tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban fungsi sosial yang kuat. Dalam praktiknya, distribusi air bersih melalui mobil tangki kerap menjangkau masyarakat yang belum menjadi pelanggan resmi.
“Di lapangan, banyak keluhan datang dari masyarakat yang belum terdaftar sebagai pelanggan. Tapi karena ini menyangkut kebutuhan dasar, tetap kami layani sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Menurutnya, keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan publik menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, penguatan manajemen dan efisiensi terus dilakukan agar layanan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu stabilitas perusahaan.
Disisi lain, Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris menjelaskan, pihaknya tengah mendorong transformasi pelayanan berbasis digital serta penurunan tingkat kebocoran air sebagai prioritas pembenahan.
Menurut dia, kemudahan akses layanan harus berjalan beriringan antara pembayaran dan pelaporan.
“Tidak cukup kalau pelanggan mudah bayar, tapi sulit melapor. Ke depan, kami ingin sistem layanan PDAM seperti perbankan, dengan aplikasi yang memudahkan semua proses,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan internal, terutama kedisiplinan pegawai, sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami akan tegakkan disiplin. Karena pelayanan air ini langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Dampaknya bukan hanya teknis, tapi juga sosial,” kata Andi Taufiq.





Tinggalkan Balasan