Artikelnews, Mamuju – Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia 25 April 2026,RSUD Sulbar melaksanakan kegiatan edukasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyakit malaria.

Edukasi dilaksanakan pada Senin (27/4/2026), bertempat di ruang tunggu Rekam Medik RSUD. Kegiatan ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan menghadirkan dr Muhammad Sulfiqram Syam sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme parasit Plasmodium yang menyerang sel darah merah.

“Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, dari semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga dewasa,” terangnya.

Lanjut dijelaskan, gejala malaria umumnya ditandai dengan keluhan utama berupa demam, menggigil, dan berkeringat. Selain itu, penderita juga dapat mengalami sakit kepala, mual, muntah, diare, serta nyeri otot atau pegal-pegal.

“Pada kasus malaria berat, gejala yang muncul dapat berupa kejang-kejang, penurunan kesadaran, warna kuning pada mata dan tubuh, demam tinggi, napas cepat, hingga muntah terus-menerus,” ungkap dr Sulfiqram.

Adapun jenis-jenis malaria yang perlu diketahui antara lain malaria tropika, malaria tertiana, malaria kuartana, dan malaria ovale.

Penyakit ini berbahaya karena parasit Plasmodium dapat merusak sel darah merah dan menyebabkan anemia, sehingga tubuh menjadi lemah dan tidak mampu beraktivitas secara normal.

“Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, malaria dapat berujung pada kematian,” ucapnya.

“Penularan malaria secara alami terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit. Selain itu, malaria juga dapat ditularkan melalui plasenta dari ibu ke janin serta melalui transfusi darah yang terkontaminasi,” sambungnya.

Ia menambahkan, dalam upaya pencegahan, hingga saat ini belum tersedia vaksin yang efektif untuk mencegah malaria.

Namun demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan berbagai langkah, seperti penggunaan kelambu berinsektisida saat tidur serta menghindari gigitan nyamuk. Pencegahan utama adalah melindungi diri dari paparan nyamuk pembawa parasit malaria.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr Musadri Amir Abdullah, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

“Melalui momentum Hari Malaria Sedunia, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami bahaya malaria serta pentingnya pencegahan sejak dini. Edukasi seperti ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan SDM yang sehat, unggul, dan berkarakter di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya malaria serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini. RSUD berkomitmen untuk terus meningkatkan peran edukasi kesehatan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.(Rls)