Artikelnews.com, Parepare — Sistem Penerima Murid Baru (SPMB) jenjang pendidikan SD dan SMP tahun pelajaran 2026-2027 di Kota Parepare, sudah berlangsung empat hari pada Kamis (21/5/2026), sejak dibuka Senin (18/5/2026).
Beragam respons masyarakat terkait SPMB tahun ini, namun secara umum mereka menilai sudah berlangsung baik terutama dalam pemanfaatan aplikasi SPMB, dan penerapan sistem domisili.
Orang tua yang mendampingi anaknya mendaftar di SD dan SMP mengakui aplikasi itu memudahkan masyarakat, terbilang tidak begitu rumit. Kalaupun ada kendala sifatnya teknis seperti akses masuk yang lambat karena disebabkan oleh masalah jaringan atau perangkat.
Semua jalur pendaftaran yang tersedia dalam SPMB kali ini dapat terakses melalui aplikasi tersebut. Untuk SD terbagi tiga jalur pendaftaran, masing-masing domisili, afirmasi, dan mutasi. Dan SMP melalui empat jalur, meliputi domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
“Alhamdulillah pak, tidak adaji masalah, mudah ji pendaftaran pakai aplikasi SPMB ini. Benar-benar membantu terutama kami yang melalui jalur domisili,” ujar Ramona, orang tua calon murid baru saat mendampingi anaknya mendaftar dan verifikasi lewat jalur domisili di UPTD SMPN 1 Parepare, Kamis (21/5/2026).
Romana tinggal di Jalan Pelita Tenggara, dan anaknya tamat di SDN 17 Parepare.
Respons sama diungkap orang tua calon murid baru lainnya di SMPN 1, Hj Hasniah.
“Alhamdulillah mudah cara mendaftarnya, dan pelayanannya bagus. Dua sertifikat prestasi anak saya yang sebelumnya sempat tertolak, setelah kami komunikasikan akhirnya bisa diterima. Semoga anak saya juga bisa diterima lewat jalur prestasi di SMPN 1,” harap Hasniah, yang anaknya tamat di SDIT Darul Qur’an Madani, Parepare.
Kepala SMPN 1 Parepare Dra Hj Sri Enyludfiah Honeng MPd mengaku terbantu dengan sistem aplikasi SMPB ini. Dia mengemukakan, sistem dengan jalur domisili pada SPMB ini sudah baik, karena berbasis wilayah administrasi, jelas di mana tempat tinggal murid, mulai dari Kecamatan, Kelurahan, hingga RT dan RW.
“Walaupun memang masih ada yang mempertanyakan sistem ini, tapi akan terus dilakukan evaluasi oleh pihak dinas. Namun kami di sekolah merasa sangat terbantu dengan sistem ini, terutama untuk keadilan dan pemerataan jumlah murid pada setiap sekolah,” ungkap Sri Enyludfiah.
SMPN 1 yang memiliki daya tampung 352 murid pada SPMB tahun ini hingga hari keempat sudah menerima 407 pendaftar.
Kepala SMPN 12 Parepare Asrullah pun turut merasa terbantu dengan SPMB tahun ini. Meski SMPN 12 terletak di pelosok wilayah Kecamatan Soreang, tapi bukan berarti sepi pendaftar.

“Alhamdulillah sudah mulai ada beberapa pendaftar yang datang, bahkan ada melalui jalur prestasi. Ini luar biasa untuk SMPN 12. Pastinya dengan sistem SPMB ini kami sangat terbantu, karena sistem jalur domisili itu akan membuat pemerataan murid pada setiap sekolah. Semangatnya tidak ada lagi sekolah kekurangan murid,” kata Asrullah.
Sementara Ketua Komite SDN 3 Parepare H Bakhtiar Syarifuddin menanggapi terkait sistem jalur domisili. Bakhtiar menekankan, sistem dengan berbasis wilayah administrasi tersebut masih membingungkan sejumlah orang tua calon murid baru.
“Sistem domisili ini membuat bingung orang tua siswa. Seharusnya jangan berbasis wilayah administrasi, tapi pakai radius. Jadi murid yang berada di dalam lingkaran radius 100 atau 200 meter dari sekolah otomatis terakomodir. Namun dengan sistem berbasis wilayah Kecamatan ini, ada siswa yang tinggal berseberangan jalan dengan sekolah tidak terakomodir, karena berada di Kecamatan berbeda dengan sekolah tersebut,” terang Bakhtiar.
Bakhtiar berharap, sistem domisili ini menjadi atensi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare untuk dievaluasi.
Dia merespons semangat sistem tersebut bertujuan untuk pemerataan murid pada setiap sekolah, namun jangan sampai justru sebaliknya membuat terjadi ketimpangan, ada sekolah kekurangan murid, dan ada sekolah kelebihan murid.
Plt Kepala Disdikbud Parepare Dede Harirustaman yang dihubungi terpisah merespons setiap masukan dan tanggapan dari masyarakat.
Dia mengaku siap menampung semua masukan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
“Sistem jalur domisili berbasis wilayah administrasi ini kan proyeksi, jadi pastinya akan terus dilakukan evaluasi. Biarlah dulu sistem berjalan sampai pada pengumuman, nanti akan kita evaluasi kekurangan-kekurangannya. Pastinya setiap masukan masyarakat akan kita tampung,” kata Dede.
Dia menekankan, sesuai arahan Wali Kota semangat sistem domisili pada SPMB ini adalah keadilan, transparansi dan pemerataan jumlah murid pada setiap sekolah. Tidak ada lagi sekolah yang tertinggal atau kekurangan murid di Parepare.
“Pokoknya sistem ini menekankan tidak boleh ada anak tidak bersekolah hanya karena masalah domisili dan lainnya. Semua anak harus bersekolah, dan disebar merata ke setiap sekolah,” tandas Dede.
Pendaftaran SPMB di Parepare dilakukan melalui daring atau online melalui link https://spmb.pareparekota.go.id/.
Pendaftaran dimulai 18 sampai dengan 26 Mei 2026 secara daring. Selanjutnya pada 19 sampai 29 Mei 2026 dilakukan verifikasi dan validasi secara luring.
Pengumuman akan dilakukan secara daring pada 2 Juni 2026. Dan pendaftaran ulang pada 3 sampai dengan 11 Juni 2026 secara luring.





