Artikelnews.com, Parepare — Penamatan dan pelepasan murid kelas 6 UPTD SDN 3 Kota Parepare, Sabtu (13/6/2026), berlangsung semarak dan sukses.
Meski dikemas sederhana di halaman sekolah, dan diwarnai guyuran hujan, namun tetap berkesan sekaligus mengharukan.
Keharuan mencuat saat murid kelas 6 pentas menyanyikan lagu Selamat Tinggal Guru dan Kawanku. Terasa begitu bermakna dan kesan mendalam.
“Begitu menghayatinya lagu itu sampai saya tidak tahan juga untuk menjatuhkan air mata,” ujar Ketua Komite SDN 3 H Bakhtiar Syarifuddin (HBS), lirih.
Bakhtiar mengisahkan saat masa-masa sulit pandemi Covid-19. Kala itu, murid-murid yang tamat ini masih duduk di bangku kelas 1. Di saat mereka membutuhkan pendampingan dan bimbingan oleh guru, tapi harus diperhadapkan dengan belajar daring dan protokol kesehatan yang ketat.
“Saat itu saya sampai berpikir bagaimana masa depan anak-anak ini. Kapan pandemi berakhir sehingga anak-anak bisa bersekolah normal. Tapi ternyata itu semua berhasil dilewati, dan hari ini mereka bisa tamat dengan prestasi membanggakan. Saya benar-benar tidak bisa membendung keharuan menyaksikan peristiwa bersejarah ini,” kisah Bakhtiar mengenang masa-masa sulit tersebut.
Secara khusus Bakhtiar juga menyampaikan apresiasi tinggi atas keikhlasan dan dedikasi para guru termasuk Kepala SDN 3 saat itu Amrihim, yang sudah mendidik murid-murid dengan baik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Bagi Bakhtiar, penamatan kali ini adalah yang paling berkesan.

Kepala SDN 3 H Faisal SPdI MPdI menyampaikan selamat kepada para murid yang tamat, dan mengapresiasi dukungan positif dari para orang tua dan stakeholder pendidikan. “Jika anak-anak nantinya memanfaatkan ilmunya dengan baik, maka itu juga akan memberikan amal dan kebaikan bagi bapak ibu guru yang telah mengajari. Simbiosis mutualisme, hubungan yang saling mendukung, saling bekerjasama,” kata Faisal.
Perwakilan orang tua siswa Arfandy Nur pun turut mengenang hal-hal baik selama dua anaknya menempuh pendidikan di SDN 3. Dia membanggakan para guru yang menginspirasi anaknya.
“Yang paling saya ingat bagaimana SD 3 mengajarkan adab yang baik. Itu yang sampai saat ini terus ditunjukkan anak saya. Terima kasih atas ilmu dan didikan yang baik dari bapak ibu guru kepada anak-anak kami, kami menyampaikan apresiasi tinggi,” ungkap Arfandy.
Arfandy juga berpesan kepada para murid yang tamat di manapun nantinya melanjutkan pendidikan untuk tetap selalu menjaga nama baik sekolah, Kota Parepare, dan bangsa Indonesia.
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Rusmin SE yang hadiri mewakili Kadisdikbud juga mengucapkan selamat kepada para murid yang tamat, mengapresiasi SDN 3 sudah menamatkan murid dengan baik, serta memuji pelaksanaan penamatan yang dinilai berlangsung sukses.
“Acara penamatan berlangsung sukses, khidmat, dan berikan kenangan indah,” tegas Rusmin.
Kegiatan penamatan berlangsung semarak karena diisi dengan pementasan oleh para murid. Murid kelas 6.1 tampil dengan menyanyi bareng lagu berjudul Andaikan Kau Datang Kembali, dan Pagiku cerahku. Murid kelas 6.2 mementaskan dance Ku Bahagia. Dan murid kelas 6.3 menyajikan drama musikal yang apik. Sementara murid kelas 6.1, Indie Nur Pratidina membacakan puisi untuk guru yang begitu berkesan dan bermakna.
Sekitar 105 murid dari tiga kelas yang ditamatkan kali ini. Ditandai juga dengan penyerahan penghargaan oleh kepala sekolah didampingi ketua komite sekolah kepada murid berprestasi dari masing-masing kelas, yakni Indie Nur Pratidina (kelas 6.1), Muhammad Gibran Attila (kelas 6.2), dan Jihan Makailah Fakhirah (kelas 6.3).





