Artikelnews, Makassar – Biliar kini bukan lagi sekadar hiburan yang dimainkan di sudut kafe. Kini sudah berkembang menjadi cabang olahraga yang cukup kompetitif baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Di Indonesia, biliar telah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di pentas Asia Tenggara hingga internasional.

Sejarah Biliar di Indonesia

Dilansir dari Detik.com, Senin (7/9/2026), biliar di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dan mulai dikenal sejak masa kolonial Belanda. Permainan ini awalnya dimainkan kalangan atas.

Masa kolonial Belanda di Indonesia secara resmi berlangsung dari tahun 1800 hingga 1942, setelah kekuasaan kongsi dagang VOC dialihkan kepada pemerintah Kerajaan Belanda.

Seiring waktu, olahraga ini menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Kini, organisasi seperti Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) dan Federasi Olahraga Billiard Indonesia aktif mengelola dan mengembangkan olahraga ini di seluruh daerah.

Ada beberapa jenis permainan biliar populer di Indonesia. Pertama, Pool atau Pocket Billiards yang menggunakan meja berlubang dan 15 bola dengan satu bola putih. Varian seperti 8-ball dan 9-ball digemari karena aturan dan strategi menarik.

Kedua, Snooker memakai meja lebih besar dan bola lebih banyak, menuntut ketelitian tinggi dan kemampuan membaca lapangan. Terakhir, Carom atau Carambole menggunakan meja tanpa lubang, di mana pemain memantulkan bola putih agar menyentuh dua bola lain dalam satu pukulan.

Teknik Dasar Bermain Biliar

Bagi pemula, menguasai teknik dasar sangat penting sebelum melangkah ke strategi kompleks. Posisi tubuh atau stance harus stabil dengan kaki sedikit lebih lebar dari bahu dan tubuh membentuk sudut sekitar 45 derajat terhadap meja. Posisi ini membantu melakukan pukulan konsisten dan tepat.

Selanjutnya, bridge atau tumpuan tangan yang memegang stik ada dua jenis, open bridge dan closed bridge. Pemula disarankan menggunakan open bridge karena memberikan pandangan lebih jelas saat membidik.

Untuk grip, pegang stik dengan ibu jari di bawah dan jari telunjuk di atas, dengan cengkeraman longgar tapi terkontrol agar pukulan lancar.

Teknik membidik menggunakan metode ghost ball sangat membantu. Bayangkan posisi bola putih sebelum mengenai bola sasaran agar arah pukulan tepat. Pada pukulan, ayunan hanya berasal dari lengan bawah, sementara lengan atas tetap diam seperti pendulum. Teknik ini jadi dasar untuk pukulan lanjutan seperti topspin, backspin, dan sidespin.

Perkembangan Biliar Indonesia

Dalam satu dekade terakhir, biliar di Indonesia mengalami kemajuan pesat. Dulu olahraga ini kurang diperhatikan, kini mendapat dukungan serius dari pemerintah dan organisasi olahraga.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga biliar di Indonesia berkembang pesat, baik dari sisi organisasi, pembinaan atlet, maupun minat masyarakat. Olahraga ini kini diakui sebagai cabang olahraga yang berprestasi dengan struktur pembinaan yang semakin tertata.

Pertumbuhan komunitas biliar menjadi salah satu motor utama perkembangan olahraga ini. Komunitas-komunitas di berbagai kota secara aktif mengadakan latihan rutin, sparring, dan mini turnamen yang terbuka bagi pemula maupun pemain berpengalaman.

Fasilitas olahraga ini juga semakin berkembang. Saat ini, berbagai arena biliar sudah menawarkan meja dan peralatan standar pertandingan. Bahkan, beberapa arena menyediakan pelatih atau instruktur bagi pemain baru.

Selain itu, ekosistem pembinaan juga semakin berkembang. Hal ini terlihat dari turnamen billiard saat ini semakin sering digelar. Turnamen yang ada sangat beragam mulai dari mini turnamen yang berbasis komunitas, kejuaraan daerah, hingga kejuaraan nasional.