Artikelnews, Makassar – Tidur memang penting untuk memulihkan energi setelah seharian beraktivitas. Akan tetapi, posisi tubuh saat tidur juga ikut menentukan kualitas istirahat dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apalagi pada perempuan, tidur tengkurap bisa memberikan tekanan lebih besar pada beberapa bagian tubuh yang sensitif.
Dilansir dari Popmama.com, Senin (21/9/2026), secara umum, tidur tengkurap bukan posisi yang paling dianjurkan oleh para ahli kesehatan tidur.
Posisi ini membuat tubuh berada dalam postur yang kurang alami selama berjam-jam, sehingga beberapa area tubuh harus menanggung tekanan secara terus-menerus.
Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh tulang belakang dan leher, tetapi juga bagian tubuh yang lebih sensitif pada perempuan, seperti payudara dan wajah.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa tidak nyaman saat bangun tidur hingga masalah pada kulit.
Itu sebabnya, posisi tidur miring atau telentang yang dianggap lebih ramah bagi tubuh dan membantu menjaga postur tetap seimbang selama beristirahat.
Jaringan Payudara Bisa Terasa Nyeri dan Tidak Nyaman
Salah satu bagian tubuh yang paling terdampak saat tidur tengkurap adalah area dada dan payudara. Ketika tubuh menghadap ke bawah, berat badan akan menekan jaringan payudara sepanjang malam.
Tekanan yang terjadi terus-menerus ini dapat membuat payudara terasa pegal, nyeri, atau lebih sensitif saat bangun tidur.
Kondisi tersebut biasanya lebih terasa pada perempuan yang sedang mengalami perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi, saat hamil, atau ketika menyusui.
Kalau dilakukan terus-menerus, tekanan berkepanjangan pada area dada dapat mengganggu sirkulasi darah dan aliran cairan limfatik di sekitar jaringan payudara.
Meski tidak selalu menimbulkan masalah serius, kondisi ini tetap bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman.
Bisa Memicu Jerawat dan Mempercepat Munculnya Garis Halus pada Wajah
Selain memengaruhi area dada, tidur tengkurap juga berdampak langsung pada kulit wajah. Itu karena, posisi ini membuat wajah menempel dan tertekan pada bantal selama berjam-jam setiap malam.
Tekanan yang terjadi berulang kali kemudian dapat membentuk lipatan pada kulit. Seiring waktu, lipatan tersebut berpotensi berkembang menjadi garis-garis halus atau kerutan yang lebih sulit hilang.
Everyday Health menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus dengan bantal yang berujung memengaruhi elastisitas kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini.
Bukan cuma itu, sarung bantal juga bisa menyimpan minyak, keringat, sisa produk perawatan wajah, hingga bakteri. Ketika wajah terus bergesekan dengan permukaan tersebut sepanjang malam, pori-pori lebih mudah tersumbat dan risiko munculnya jerawat pun meningkat.
Risiko Lebih Besar Bagi Perempuan yang Sedang Hamil
Bagi ibu hamil, tidur tengkurap menjadi posisi yang semakin tidak disarankan seiring bertambahnya usia kehamilan. Saat perut mulai membesar, posisi ini tentu menjadi tidak nyaman karena memberikan tekanan langsung pada area perut.
Dilansir dari Lyndhurst Gynecological Associates, tidur tengkurap mulai sulit dilakukan sejak trimester kedua karena ruang bagi rahim dan janin semakin terbatas.
Hal ini juga diperkuat oleh Snuz UK yang menjelaskan bahwa tekanan pada area perut akan mengganggu kenyamanan ibu dan memengaruhi sirkulasi darah selama beristirahat.
Selain itu, posisi tengkurap dapat memperberat nyeri punggung yang memang sering dialami selama masa kehamilan akibat perubahan postur tubuh dan bertambahnya berat badan.
Karena alasan tersebut, banyak dokter yang akhirnya menyarankan ibu hamil untuk tidur miring, terutama ke sisi kiri, untuk membantu menjaga aliran darah tetap optimal bagi ibu maupun janin.




