Artikelnews.com, Makassar – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memasang target meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Ia meminta seluruh kader tidak sekadar memperkuat struktur organisasi, tetapi juga menyiapkan strategi pemenangan yang terukur agar target tersebut bisa diwujudkan. Pernyataan itu disampaikan IAS dalam pelantikan 197 pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025–2030 di Four Points by Sheraton Hotel, Makassar, Minggu (25/10/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus segera bekerja untuk mencapai sasaran politik yang telah ditetapkan. “Target kita adalah kemenangan!” tegas IAS di hadapan para pengurus dan undangan yang hadir.
Bagi IAS, penambahan kursi tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam acara pelantikan, melainkan harus diterjemahkan menjadi rencana kerja yang jelas. Ia meminta setiap pengurus memahami perannya, mulai dari penyusunan strategi, pembagian tanggung jawab, hingga evaluasi terhadap capaian organisasi.
“Apabila target kita adalah tambah kursi, maka angka tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan yang kita ucapkan di atas panggung. Target itu harus diterjemahkan menjadi program kerja, strategi pemenangan, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi yang terukur,” ujarnya.
Untuk memperkuat peluang kemenangan, IAS menekankan pentingnya konsolidasi Partai Golkar hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, struktur organisasi harus bergerak secara berjenjang, mulai dari kabupaten dan kota hingga kecamatan, desa, serta kelurahan. “Kita harus memastikan bahwa kepengurusan terbentuk dengan baik, seluruh kader bergerak, dan mesin partai benar-benar bekerja,” kata IAS.
Selain memperkuat struktur, IAS menyoroti penempatan kader sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing. Ia menilai partai membutuhkan orang-orang yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga komitmen, jaringan, dan kesediaan bekerja untuk mencapai tujuan bersama.
“Bagi saya, yang terpenting bukan hanya siapa yang memiliki nama besar, tetapi siapa yang memiliki kapasitas, komitmen, jaringan, dan kemampuan untuk bekerja serta memberikan kontribusi nyata,” tuturnya.
IAS juga mengingatkan agar perbedaan pandangan di internal Partai Golkar tidak berkembang menjadi penghambat konsolidasi. Ia meminta seluruh kader mengutamakan kepentingan organisasi dan membangun kerja sama demi mencapai target politik di Sulawesi Selatan.
“Kita boleh memiliki pandangan yang berbeda. Kita boleh memiliki pendekatan yang berbeda. Namun, ketika sudah menyangkut kepentingan dan tujuan besar Partai Golkar, kita harus mampu duduk bersama, menyatukan langkah, dan bergerak dalam satu arah,” ujarnya.
Pelantikan 197 pengurus tersebut menjadi tahap awal bagi kepemimpinan IAS dalam menggerakkan kembali kekuatan organisasi Partai Golkar Sulsel. Namun, ia menegaskan bahwa pengesahan kepengurusan saja tidak cukup tanpa hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita tidak perlu mengumbar janji yang berlebihan. Namun, kita harus memiliki target yang jelas, strategi yang terukur, serta kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
IAS turut mengajak pengurus mengembangkan potensi kader, menjaga komunikasi internal, dan memperluas kolaborasi di dalam organisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat basis dukungan sekaligus meningkatkan peluang penambahan suara dan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
“Jangan hanya menjadi pengurus di atas kertas. Jadilah pengurus yang bekerja. Jangan hanya menjadi kader dalam nama. Jadilah kader yang memberikan kontribusi. Dan jangan hanya berbicara tentang kemenangan. Mari kita buktikan melalui kerja nyata,” pungkasnya.
Pelantikan itu turut dihadiri jajaran pengurus DPP Partai Golkar, di antaranya Sekretaris Jenderal Sarmuji, Wakil Ketua Umum Meutya Hafid, Wakil Sekretaris Jenderal Kamaruddin, dan Maman Abdurrahman. Sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan, para kepala daerah, serta perwakilan partai politik lain di Sulsel juga hadir dalam agenda tersebut.
Dalam sambutannya, IAS menyampaikan rasa syukur atas selesainya proses konsolidasi yang mengantarkannya bersama jajaran pengurus ke tahap pelantikan. Ia juga mengapresiasi dukungan keluarga, khususnya sang istri, yang turut mendampingi perjalanan politiknya di tengah tuntutan waktu, tenaga, dan pikiran.
Dengan kepengurusan baru yang telah dilantik, IAS berharap Partai Golkar Sulsel mampu membangun organisasi yang lebih solid dan produktif. Ia optimistis kerja terstruktur, kader yang berkualitas, serta kepemimpinan yang kompak dapat menjadi modal untuk mengejar target penambahan kursi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.




