Artikelnews, Makassar – Perumda Air Minum Kota Makassar mengucapkan selamat kepada Wali Kota Makassar atas raihan penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
“Perumda Air Minum Kota Makassar menyampaikan selamat kepada Bapak Walikota Makassar Munafri Arifuddin atas diraihnya Penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 sebagai Apresiasi Tingkat Nasional Pengelola Program Keluarga Berencana Terbaik Tingkat Kota (Terbaik 1 – Regional 2),” tulis akun media sosial Humas PDAM Makassar, Jumat (6/11/2026).
Pemerintah Kota Makassar, dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, bertepatan momentum HUT Kota Makassar 2026.
Kali ini, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kota Makassar berhasil meraih Penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 kategori Pengelola Program Keluarga Berencana (KB) Terbaik I.
Penghargaan bergengsi itu, diserahkan langsung oleh Mendukbangga/Kepala BKBBN, Wihaji, pada puncak acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diwakili Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, hadir menerima langsung trofi penghargaan.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin. Kota Makassar berhasil meraih Terbaik Pertama Parasamya Karya Kencana Tahun 2026,” ungkap Irwan seusai menerima penghargaan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemkot Makassar alam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengelolaan program KB, serta menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Andi Irwan menjelaskan, Parasamya Karya Kencana merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kemendukbangga/BKKBN kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan program pembangunan keluarga serta keluarga berencana.
“Penghargaan ini, tidak hanya didasarkan pada capaian kepesertaan KB, tetapi juga mencakup mutu pelayanan, peningkatan kualitas penyelenggaraan program, kesehatan reproduksi, pelayanan kependudukan, hingga kemampuan daerah menghadirkan inovasi,” tuturnya.




