Artikelnews, Makassar – Ketika sebagian besar warga mulai beristirahat, puluhan petugas Perumda Air Minum Kota Makassar justru bergerak menyusuri jaringan perpipaan.
Jumat malam (28/8/2026), sebanyak 60 personel yang terbagi dalam 12 tim melakukan pencarian kebocoran di Zona 25, Wilayah Pelayanan I.
Hingga pukul 03.00 Wita, tim berhasil menemukan sementara 43 titik yang terindikasi mengalami kebocoran. Penyisiran mencakup sekitar 3.993 rumah, dengan metode sounding, pengamatan visual, serta penggunaan perangkat pendeteksi kebocoran pada jaringan bawah tanah.
Melalui akun media sosial Humas PDAM Makassar, Senin (31/8/2026), dijelaskan, alasan penyisiran dilakukan malam hari karena pada saat itu penggunaan air pelanggan relatif rendah, tekanan dalam jaringan meningkat. Kondisi ini membuat indikasi kebocoran lebih mudah dideteksi.
Namun, menemukan kebocoran bukanlah akhir. Setiap titik yang terdeteksi akan menjadi bagian dari proses pendataan dan penanganan untuk menekan Non-Revenue Water (NRW) serta meningkatkan efisiensi distribusi air.
Perumda Air Minum Kota Makassar juga mengajak camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT/RW, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jaringan air di lingkungan masing-masing.
“Jika menemukan indikasi kebocoran, segera laporkan. Karena menjaga air bukan hanya tugas petugas di lapangan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Menjaga setiap tetes air, untuk manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Makassar,” tulis Humas PDAM Makassar di akun media sosial.




