Artikelnews, Mamuju — RSUD Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen memperkuat transformasi digital dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan rumah sakit.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Fleksi Tahap III yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini menghadirkan tim dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Daerah Provinsi Sulawesi Barat sebagai narasumber dan pendamping dalam sosialisasi.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Panca Daya Membangun SDM yang Unggul dan Berkarakter yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Pemanfaatan teknologi digital dalam lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi, efektivitas, dan profesionalisme sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Sosialisasi dibuka oleh Kasubid Kepegawaian RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Herawati. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman dan penguasaan terhadap aplikasi yang digunakan dalam mendukung proses administrasi dan pengelolaan kepegawaian di lingkungan rumah sakit.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan yang disampaikan oleh Darna Basmin, Pranata Komputer Ahli Muda. Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut terdapat dua pembahasan utama, yaitu penggunaan Aplikasi Fleksi dan ASN Sulbar.
Materi penggunaan Aplikasi Fleksi dijelaskan secara terinci, mulai dari tahapan awal hingga langkah-langkah penggunaannya, sehingga peserta dapat memahami dan mengoperasikan aplikasi dengan baik.
Sementara itu, pembahasan mengenai ASN Sulbar diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait pemanfaatan dan pengelolaan layanan digital kepegawaian.
“Dalam pertemuan ini ada dua pembahasan, yaitu penggunaan Aplikasi Fleksi dan ASN Sulbar. Untuk Aplikasi Fleksi, kami menjelaskan secara terinci langkah-langkah penggunaannya agar peserta dapat memahami setiap tahapan dengan baik,” jelas Darna.
Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dengan memberikan penjelasan mengenai tahapan dan langkah-langkah penggunaan Aplikasi Fleksi dan ASN Sulbar.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun hal-hal teknis yang perlu dipahami lebih lanjut terkait penggunaan aplikasi tersebut.
Kehadiran tim dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Daerah Provinsi Sulawesi Barat turut memperkuat proses pembelajaran dan pendampingan teknis, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan Aplikasi Fleksi dalam mendukung pelaksanaan tugas.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menyampaikan bahwa penguatan pemanfaatan teknologi digital merupakan bagian penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola rumah sakit.
“Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja, mempercepat proses administrasi, serta mendukung pelayanan yang lebih efektif dan akuntabel. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM dalam menguasai teknologi menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi dan pendampingan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pegawai dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, efektif, dan inovatif.
Melalui Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Fleksi Tahap III, RSUD Provinsi Sulawesi Barat berharap seluruh peserta dapat memahami dan mengimplementasikan penggunaan aplikasi secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, profesional, dan berkarakter di lingkungan RSUD Provinsi Sulawesi Barat.




