Artikelnews, OKI – Seorang pria berinisial A (32), yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) OKI, ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di tubuhnya pada Senin (21/9/2026).
Korban tergeletak tak bernyawa bersimbah darah tepat di belakang kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), tak jauh dari lingkungan masjid dekat kantor Inspektorat OKI.
Terduga pelaku penikaman terhadap A adalah istrinya sendiri yang berinisial DA (30).
Dilansir dari Tribunsumsel.com, DA kini telah diamankan oleh polisi. Video proses penangkapannya viral di media sosial.
Wanita berambut sebahu dan menggunakan kacamata itu nampak diikat kedua tangannya menggunakan kabel ties kuning dan diamankan dari lokasi kejadian.
Tak pasrah, wanita itu berusaha memberi perlawanan ke pria yang memeganginya. Nampak ada bercak darah di celana panjang putih yang dikenakan wanita tersebut.
Penangkapan wanita itu juga ramai disaksikan oleh warga dan banyak ASN di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres OKI IPTU M Raka Dwi Darma membenarkan peristiwa dan menegaskan bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan.
“Kasus masih didalami. Pelaku saat ini sudah diamankan pihak kepolisian,” ujar IPTU Raka.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengurai kronologi hingga motif kejadian secara utuh, mengumpulkan keterangan dari para saksi di lapangan, dan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi keji sang istri tersebut.
Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga membenarkan rumah tangga korban memang sudah lama retak.
Ironisnya, dalam biduk rumah tangga ini, justru sang suami yang disebut kerap menjadi bulan-bulanan kekerasan fisik istrinya.
“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan bahkan sejak sebulan setelah menikah. Istrinya ini orangnya keras dan sering melawan,” ungkap kakak korban yang enggan disebutkan.
Lantaran tak sanggup lagi menahan siksaan, A akhirnya memilih pisah ranjang sejak sebulan terakhir dan mendaftarkan gugatan cerai.
“Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya korban mengajukan proses perceraian,” ungkapnya.
Pihak keluarga menduga kuat, DA gelap mata dan menolak keras keputusan A untuk mengakhiri rumah tangga mereka.
“Penolakan inilah yang disinyalir menjadi pemicu aksi nekat istrinya yang menghabisi nyawa suaminya sendiri tadi siang,” ungkapnya.




