Artikelnews.com, Parepare — Pejuang Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare genap empat Jumat Ramadan melaksanakan Safari Salat Subuh Berjamaah.
Tepat Jumat ke-4 Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (13/3/2026), Safari Salat Subuh dilaksanakan di Masjid Terapung BJ Habibie.
Safari Salat Subuh kali ini terasa begitu khidmat dan sakral karena kembali dihadiri langsung Wali Kota Parepare Tasming Hamid beserta jajaran pejabat Pemerintah Kota Parepare.
Pada momentum sama, Wali Kota Tasming Hamid memimpin jajarannya untuk Itikaf (ibadah berdiam diri di dalam masjid) di Masjid Terapung BJ Habibie sejak Jumat malam.
Dan tidak ingin ketinggalan pada momentum Jumat terakhir Ramadan ini, terlihat ratusan jemaah Majelis Syuhada bercirikan kostum busana Muslim serba putih hadir menyesaki Masjid Terapung.
Penceramah Ustaz Muhammad Nasir SE mengaku takjub melihat antusiasme para Pejuang Subuh tersebut. Dia menyebut kehadiran para jemaah untuk berbondong-bondong salat Subuh berjamaah di masjid karena hidayah.
“Karena hidayah kita bisa hadir salat Subuh berjamaah di masjid ini. Banyak saudara kita yang mampu berjalan berpuluh-puluh kilometer, namun tidak mampu ke masjid untuk salat Subuh. Banyak saudara kita mampu mengangkat beban seberat-beratnya tapi tidak mampu angkat sendalnya ke masjid. Allah memilih kita hadir salat Subuh berjamaah karena hidayah,” ujar Nasir.
Nasir menekankan, salat Subuh adalah ibadah agung yang disaksikan malaikat, menjadi tanda keimanan, dan jaminan perlindungan Allah SWT. Bahkan Allah menyebut dua rakaat salat sunah Subuh lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Ini mengalahkan kekayaan orang terkaya dunia, Elon Musk.
Namun dia mengingatkan, tugas pejuang Subuh jangan hanya di Parepare saja, tapi cari masjid yang kecil di pelosok hingga di luar Parepare untuk dimakmurkan.
Sementara Ketua DKM Masjid Terapung BJ Habibie Dede Harirustaman menyampaikan apresiasi atas kehadiran jemaah Majelis Syuhada memakmurkan Masjid Terapung pada waktu Subuh.

“Setiap malam Masjid Terapung BJ Habibie melaksanakan salat tarawih selalu dipenuhi jamaah baik yang melintas maupun masyarakat sekitar. Karena itu terima kasih Majelis Syuhada sudah hadir memakmurkan masjid. Insya Allah dengan perjuangan Bapak Wali Kota, pembenahan Masjid Terapung terus kita lakukan,” kata Dede.
Dede juga mengundang para jemaah Majelis Syuhada untuk menghadiri salat Isya dan tarawih berjemaah di Rumah Jabatan Wali Kota pada malam 25 Ramadan. Dan salat lail berjamaah di Masjid Terapung pada malam 27 Ramadan.
Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) mengapresiasi kehadiran Wali Kota beserta jajaran, sambutan hangat DKM Masjid Terapung, penceramah, Ketua Dewan Syuro Majelis Syuhada H Pangerang Rahim, serta para Pejuang Subuh yang tetap Istiqomah melaksanakan Safari Salat Subuh hingga pada Jumat penghujung Ramadan.
Tepat pada momentum Jumat terakhir Ramadan menyisahkan sepekan lagi Hari Raya Idulfitri 1447 H, HBS berpesan, agar jangan dipertentangkan dan diperdebatkan jika nantinya Idulfitri oleh pemerintah dan Muhammadiyah tidak bersamaan. Meski harapannya Idulfitri bisa bersamaan.
“Saya berharap semoga Idulfitri nanti bisa bersamaan serentak dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Tetapi bila terpaksa tidak bersamaan, maka sahabat kita yang berlebaran di hari Jumat, 20 Maret kita hormati, dan yang berlebaran di hari Sabtu, 21 Maret kita hargai. Jangan diperdebatkan apalagi dipertentangkan di antara jamaah Majelis Syuhada,” seru Muassis HBS, menegaskan.
HBS meminta untuk mempersempit perbincangan tentang perbedaan di tengah masyarakat, dan perluas persamaan pandangan agar semua umat tercurahkan keberkahan Bulan Ramadan.
Karena sudah berada di penghujung Ramadan tahun ini, HBS memotivasi para Pejuang Subuh untuk menguatkan doa agar dipanjangkan umurnya hingga bisa kembali bertemu pada Bulan Ramadan tahun depan. Dan salah satu cara memperpanjang umur adalah dengan memperbanyak silaturahmi.
Kegiatan Safari Salat Subuh pun ditutup dengan silaturahmi jajaran Pemkot Parepare bersama seluruh jemaah Majelis Syuhada.
Dan karena sudah Jumat terakhir Bulan Ramadan, maka Muassis HBS lebih awal menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah Majelis Syuhada, bilamana pernah ada salah dan khilaf selama berinteraksi dalam Safari Salat Subuh berjamaah.
“Semoga kita semua masih dirahmati umur panjang sampai Bulan Ramadan tahun depan dan tetap istiqomah melanjutkan perjuangan memakmurkan masjid khususnya menjaga salat Subuh,” tandas Muassis HBS.






Tinggalkan Balasan