Artikelnews, Barru  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 bersama warga Desa Tellumpanua, Kabupaten Barru, menggelar aksi gotong royong memperbaiki akses jalan menuju Bukit Paralayang, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan yang rusak dan selama ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan potensi wisata di kawasan tersebut.

Aksi tersebut juga melibatkan mahasiswa KKN dari beberapa posko di wilayah sekitar.

Salah satu warga Dusun Maddo sekaligus pegiat paralayang, Tahir, menyebut Bukit Paralayang telah dikenal sejak 2017 setelah ditemukan oleh pelatih paralayang dari Makassar.

“Sejak saat itu, aktivitas paralayang terus berjalan. Bahkan sempat ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain Bukit Paralayang, kawasan ini juga memiliki potensi wisata lain seperti Bukit Maddo dan Bukit Pali-pali yang dikelola secara swadaya oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama masyarakat setempat.

Namun, Tahir menyoroti minimnya perhatian pemerintah, khususnya terkait infrastruktur jalan.

“Kendala utama kami adalah akses jalan. Kalau ini diperbaiki, wisata di sini bisa berkembang lebih baik,” tambahnya.

Diketahui, Bukit Paralayang sempat mengalami peningkatan kunjungan wisatawan pada periode 2019 hingga 2023. Namun, kondisi jalan yang semakin rusak membuat jumlah kunjungan menurun drastis.

Koordinator Desa KKN UIN Alauddin Makassar di Tellumpanua, Fasly Ramadhani, mengatakan kegiatan gotong royong ini menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.

“Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Harapannya, pemerintah dapat lebih berperan dalam mendukung pengembangan wisata di daerah ini,” ujarnya.

Fasly juga berharap pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Barru, dapat memberikan perhatian lebih terhadap potensi wisata tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah, baik Pemprov maupun Pemkab Barru, bisa lebih memperhatikan salah satu tempat wisata yang sangat potensial ini. Semoga ke depan Bukit Paralayang dapat berkembang dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barru,” tambahnya.

Aksi gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali potensi wisata Bukit Paralayang serta mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut.