Artikelnews.com, Parepare — Anggota DPRD Kota Parepare dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jusvari Genda kembali turun menjaring aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Bacukiki, Parepare.
Penjaringan aspirasi melalui temu konstituen kali ini dilakukan di Jalan Lasangga, Komplek Ruko Pamulang Square, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki pada Kamis sore (14/5/2026).
Di hadapan ratusan warga yang hadir, Jusvari memaparkan kondisi keuangan daerah saat ini mengalami keterbatasan fiskal dampak dari pemangkasan dana transfer dari pusat (TKD) senilai Rp101 miliar lebih.
“Termasuk reses anggota dewan ini karena efisiensi dikurangi dari biasanya tiga kali menjadi hanya dua kali reses. Begitu juga warga yang hadir dikurangi. Namun karena ini menjadi tugas kami selaku anggota dewan kami tetap berupaya dengan baik menampung setiap aspirasi, dan terus memperjuangkannya,” kata Jusvari yang akrab disapa Pamulang.
Jusvari mengingatkan warga jangan bosan sampaikan aspirasi, karena setiap aspirasi itu bukan tidak terakomodir hanya tertunda. Pemerintah berupaya merealisasikan setiap aspirasi dengan skala prioritas, menyesuaikan porsi anggaran yang tersedia.
Buktinya, kata Jusvari, beberapa aspirasi di wilayah Bacukiki, seperti perbaikan jalan rusak, pembenahan drainase, dan lainnya terealisasi secara bertahap
Anggota Komisi III DPRD Parepare ini juga menyarankan agar warga mengusulkan bantuan usaha produktif untuk menunjang usahanya, seperti kuliner terutama UMKM, perbengkelan dan usaha lainnya.
Beberapa aspirasi masyarakat yang mencuat dalam reses di antaranya dari Sukirman, warga Jalan H Mukaddas. Dia menyuarakan agar Jalan H Mukaddas bisa tersentuh rehabilitasi atau perbaikan. Kemudian titik-titik rawan banjir dan lakalantas di Jalan Jend M Yusuf untuk menjadi perhatian serius.
Dia juga mengingatkan tentang perkembangan kota ke depan, terutama di wilayah Bacukiki agar menjadi atensi untuk ditata dengan baik.

Sementara Sunarti, warga Wekkee menyuarakan tentang masalah Desil, terutama warga yang dinilai tidak mampu secara ekonomi tapi masuk dalam Desil 6 sampai 10 sehingga tidak mendapat bantuan pemerintah. Karena itu dia berharap pendataan yang dilakukan oleh BPS dan Dinas Sosial harus akurat dan valid.
Nurmini, warga Jalan H Mukaddas menyampaikan tentang keresahan PPPK terimbas isu tentang pengurangan tenaga PPPK membuat semangat kerja mereka menurun.
Zaenal, warga Perumnas Blok H mempertanyakan tentang seragam SMA gratis, yang diharapkan sudah bisa terealisasi tahun ini. Namun tidak sekadar bantuan seragam gratis, kualitas juga harus diperhatikan dan diawasi dengan baik.
Tokoh masyarakat Sultan alias Bang One, warga Lompoe Mas turut memberi masukan agar para Ketua RT dan RW dapat lebih meningkatkan kinerjanya, karena insentifnya sudah naik. Masalah Desil juga menjadi atensinya agar didata lebih akurat lagi.
Jusvari Genda merespons semua aspirasi, dan siap menindaklanjuti sesuai mekanisme dan tugasnya selaku anggota dewan.
“Yang jelas kalau sudah direncanakan, pasti akan menjadi atensi, tinggal bagaimana mengatur anggarannya. Semoga bisa terealisasi pada perubahan tahun ini atau APBD pokok tahun depan,” harap Jusvari.
Terkait seragam SMA gratis, Jusvari menegaskan, sudah disetujui oleh DPRD Parepare senilai Rp2 miliar lebih tahun ini. Anggarannya melalui Bagian Kesra, bukan Dinas Pendidikan, tinggal menunggu Pemkot terkait sistem pendistribusiannya.
“Pastinya tetap akan diawasi terutama terkait kualitas seragam sekolahnya,” tegas Jusvari yang juga Ketua Harian IKA STM 80-SMKN 2 Parepare ini.
Turut hadir dalam reses, Ketua DPD PKS Parepare Muh Arsyad, Ketua dan Sekretaris DPC PKS Bacukiki, istri Jusvari Genda, Hasriani Sarman SPd, beberapa tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, dan Tim Jusvari Genda.




