Artikelnews.com, Parepare — Anggota DPRD Kota Parepare dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jusvari Genda menjaring aspirasi masyarakat pada hari kedua temu konstituen di Daerah Pemilihan (Dapil) Bacukiki, Parepare, Jumat sore (15/5/2026).
Temu konstituen atau reses berlangsung di Jalan Lasangga, Komplek Ruko Pamulang Square, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, yang kembali dihadiri ratusan masyarakat.
Meski hujan mengguyur saat reses berlangsung, namun itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat menyampaikan aspirasi ke Jusvari Genda.
Dalam reses, Jusvari kembali memaparkan kondisi keuangan daerah tahun ini yang dipengaruhi oleh pemangkasan anggaran dari pusat (TKD) yang nilainya mencapai Rp101 miliar lebih.
Karena itu, dia meminta agar masyarakat mendoakan Wali Kota Parepare untuk berkreasi menjemput bola agar mendapatkan anggaran dari pusat. Daerah tetangga sudah memberi contoh, melalui Bupati sukses mendapatkan bantuan dari pusat. Bahkan bantuan itu lebih besar dari dana TKD yang terpangkas.
“Jadi doakan pemerintah dalam hal ini Wali Kota berkreasi untuk mendapatkan anggaran dari pusat. Kalau berhasil mendapatkan bantuan dari pusat, usulan-usulan bapak ibu semua Insya Allah bisa terealisasi,” kata Jusvari, yang akrab disapa Pamulang.
Dia berharap masyarakat tetap menyampaikan usulannya baik usulan baru maupun lama yang belum terakomodir. Karena usulan-usulan yang belum terakomodir itu bukan ditolak atau tidak terealisasi, hanya sifatnya ditunda. Karena secara keseluruhan ada sekitar 800 usulan dari hasil reses 25 anggota DPRD Parepare yang belum terealisasi karena keterbatasan fiskal daerah.
Jusvari meminta masyarakat mengusulkan bantuan-bantuan yang produktif berkaitan dengan usaha atau profesinya. Seperti UMKM kuliner, pertanian, perbengkelan dan lainnya.
Beberapa aspirasi masyarakat dalam reses tersebut, di antaranya dari Ramli, pensiunan LLAJR, warga Perumnas Lompoe, yang mengusulkan perlu segera pemasangan lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di depan Puskesmas Lompoe, perempatan Jalan Jend M Yusuf dan Jalan Garuda.

Kemudian Sofyan, mantan Kepala SMPN 10 Parepare, warga Ribulue, menyoroti soal kerawanan di jalan butuh sinergi polisi untuk menertibkan dan mengamankan.
Dia juga menyoroti maraknya event di Lapangan Andi Makkasau, yang membuat tidak nyaman pengguna lapangan dalam berolahraga dan aktivitas lainnya.
Meri, warga Ribulue lainnya, menyampaikan aspirasi tentang ruas jalan di wilayahnya butuh atensi untuk dibenahi.
Nuraeni, warga Perumnas mengaspirasikan tentang sumbatan drainase di wilayahnya yang menyebabkan terjadinya banjir.
Dia juga mempertanyakan soal insentif Ketua RT dan RW di Parepare yang terbilang kecil dibanding daerah lain seperti Makassar yang mencapai Rp1 juta per bulan. Insentif atau jasa transpor bagi Ketua RW di Parepare senilai Rp400 ribu per bulan, dan Ketua RT Rp375 ribu per bulan.
Sementara Husain, warga Bacukiki mengusulkan bantuan alat pertanian seperti penyemprot racun rumput.
Menyikapi aspirasi masyarakat, Jusvari Genda berjanji siap menindaklanjuti sesuai tugas dan fungsinya selaku anggota dewan.
“Masalah event di Lapangan Andi Makkasau yang terus putus sambung itu juga mencuat dalam reses di Dapil lain. Banyak warga tidak nyaman mengeluhkan bau tidak sedap dan lainnya. Bahkan karena orang yang jogging merasa terganggu memilih jogging di luar lapangan, tapi justru itu rawan kecelakaan. Pokoknya aspirasi ini akan dibahas bersama di DPRD supaya menjadi perhatian pemerintah,” tegas Jusvari.
Terkait nilai insentif Ketua RT dan RW, Jusvari akan mengkoordinasikan dengan komisi terkait DPRD yakni Komisi I bidang Pemerintahan. Itu karena Jusvari berada di Komisi III yang membidangi ekonomi dan pembangunan.
Dalam reses kali ini hadir Ketua DPD PKS Parepare Muh Arsyad, Ketua MPD DPD PKS Parepare Muh Samsir Husain, istri Jusvari Genda, Hasriani Sarman SPd, beberapa tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, Tim Jusvari Genda, staf Sekretariat DPRD Parepare, beserta ratusan konstituen dari Dapil Bacukiki.




