Artikelnews, Lampung Selatan – Perbuatan pria di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, betul-betul bejat. Bagaimana tidak, istrinya sedang pergi mencari nafkah dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara Taiwan, ia malah mencabuli anak kandungnya sendiri.
Namun mirisnya, pria berinisial IM itu mengelaknya dan tidak mengaku perbuatannya.
Padahal, sang putri berinisial I sudah menceritakan aksi rudapaksa yang ia terima dari ayahnya kepada pihak kepolisian.
Dilansir dari Tribunnewsbogor.com, Sabtu (23/5/2026), kepada penyidik, I menceritakan kronologi pencabulan dan rudapaksa dari sang ayah sejak tahun 2025 lalu.
I mengungkap bahwa semua kejadian tersebut terjadi di rumah mereka di Desa Krawangsari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
I bercerita jika awalnya ia disuruh sang ayah untuk masuk ke kamar. Kala itu IM sudah menanggalkan celananya dan duduk di kasur. I mengaku ia disuruh memegangi alat kelamin sang ayah.
“Pas Januari pas mama berangkat ke Jakarta, Ayah itu nyuruh ke kamar. Habis itu adik masuk kan, ayah dalam kondisi tidak pakai celana. Habis itu ayah nyuruh buat pegang kelaminnya. Habis itu suruh kayak gini (dipegang),” ungkap I sembari gemetaran dan menangis.
Sadar diperlakukan tak senonoh, I pun sempat menolak. Tapi I akhirnya semakin sering disuruh melakukan perbuatan asusila itu hingga lebih dari tiga kali.
Bukan hanya dirudapaksa, korban yang masih berusia 10 tahun ini juga mengaku sering dipukuli oleh ayahnya.
“Karena (bapak) sering mukulin. (I) enggak mau ketemu bapak,” akui I.
Namun sang ayah, IM, membantah telah melakukan perbuatan keji tersebut.
Bahkan di depan petugas yang memeriksanya, IM sampai bersumpah dengan nama Tuhan tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan itu.
Meski tak mengakui merudapaksa, IM tak menampik jika ia memang sering memukuli sang anak.
IM pun kini telah diamankan di Polres Lampung Selatan.
“Pelaku berinsial IM. Diamankan di suatu perumahan di Desa Krawangsari, Kamis (14/5),” ungkap Kapolsek Natar, Polres Lampung Selatan, AKP Setio Budi Howo.




