Artikelnews, Kendari – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mulut mengeluarkan busa di samping rumahnya di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki, Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 07.00 WITA.

Korban berinisial IS (50), tinggal bersama putrinya yang berinisial MA (18).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya berinisial SH (42) tepat di samping rumah, pada Sabtu (6/6/2026) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut.

“Benar pagi kami mendapat informasi adanya kejadian tersebut, langsung kami menerjunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkapnya, dikutip dari Tribunnews Sultra, Senin (8/6/2026).

Peristiwa ini bermula pada Jumat (5/6/2026) sekira pukul 23.00 WITA. Tetangga SH melihat anak korban bernama MA sedang melamun di depan rumah.

MA merasa cemas karena sang ayah keluar rumah sejak pukul 21.00 WITA dan belum kunjung kembali hingga larut malam.

Keesokan harinya, Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 06.30 WITA, SH kembali mengecek situasi ke rumah korban.

Namun, MA menyebutkan bahwa ayahnya belum juga pulang, SH lalu menyarankan agar menghubungi keluarga besar.

Tidak lama setelah itu, saat SH sedang menyapu halaman hingga ke area samping rumah IS, ia dikagetkan dengan penampakan sepasang kaki. Ternyata seorang pria tewas dengan kondisi mulut berbusa.

“Saksi SH kemudian memanggil anak korban untuk mengecek bersama-sama. Setelah dipastikan, sosok tersebut adalah ayah MA yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata perwira Akpol 2013 ini.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berkumpul dan mengevakuasi jenazah korban ke dalam rumah.

Lanjut mantan Kapolsek menjelaskan, Tim Identifikasi Polresta Kendari yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan fisik luar pada tubuh korban dan menyisir area sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari hasil olah TKP, anggota identifikasi menemukan adanya busa yang keluar dari mulut korban. Namun, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka-luka pada tubuh korban,” jelas eks Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit gagal ginjal selama ini.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka memilih untuk melakukan visum luar saja dan secara resmi menolak untuk dilakukannya tindakan autopsi terhadap jenazah korban.(*)