Artikelnews.com, Parepare — Ketua Komite UPTD SDN 3 Kota Parepare H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) menyesalkan penghentian sepihak dan tiba-tiba distribusi makan bergizi gratis (MBG) di SDN 3 Parepare.

Terkesan mendadak, karena pemberitahuan tentang penghentian itu baru disampaikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pada Rabu pagi (10/6/2026), saat semua murid sudah berada di sekolah.

“Saya baru mendapat informasi pada pukul 08.45 pagi ini terkait penghentian MBG itu. Setelah saya telusuri, pihak sekolah juga baru mendapat pemberitahuan dari pihak SPPG pada pukul 08.00 pagi, baru setelah itu informasi disebar ke para orang tua siswa,” ujar HBS di SDN 3 Parepare, Rabu (10/6/2026).

HBS menyesalkan karena pemberitahuan dari pihak SPPG terlambat sehingga berdampak kepada anak-anak yang tidak membawa bekal, tidak membawa uang jajan, atau tidak memiliki persiapan sama sekali berangkat ke sekolah karena berharap pada MBG tersebut.

“Seharusnya informasi disampaikan lebih awal, tiga hari sebelumnya, atau paling lambat sehari sebelumnya. Ini pemberitahuan mendadak nanti pada pagi hari saat anak-anak sudah masuk sekolah,” sesal HBS.

“Kasihan anak-anak yang tidak bawa bekal, tidak bawa uang jajan, tidak punya persiapan akan kelaparan, terganggu konsentrasi belajarnya. Apalagi ada yang sementara ujian semester, latihan drumband, mereka tidak makan jadinya. Pelayanan SPPG di SDN 3 ini benar-benar tidak profesional,” lanjut HBS.

HBS menekankan, persoalan makan krusial karena menyangkut perut. Beda dengan pakaian seragam, sepatu, topi dan lainnya, masih bisa ditunda. Persoalan makan atau mengisi perut untuk ukuran orang dewasa saja akan mengakibatkan penyakit jika ditunda, apalagi ini anak-anak usia SD.

“Jadi selaku komite sekolah mewakili orang tua murid saya sangat menyesalkan penghentian sepihak dan mendadak MBG di SDN 3. Saya menilai pelayanan SPPG di SDN 3 tidak profesional, terkesan buruk. Saya minta masalah ini menjadi perhatian serius oleh seluruh pihak dan stakeholder terkait untuk dievaluasi dan dicarikan solusi terbaik. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban, kasihan generasi penerus bangsa ini,” tegas HBS.

Imbas tidak terdistribusinya MBG ke SDN 3, murid-murid terpaksa jajan di kantin dan luar sekolah. Pengunjung kantin sekolah menjadi ramai dibanding hari-hari sebelumnya.

“Saya merasakan dampaknya pak. Anak saya biasanya saya beri uang jajan Rp5 ribu ke sekolah, tapi begitu ada MBG uang jajan sudah saya tidak berikan. Tapi hari ini saya kaget baru mendapat informasi MBG sudah tidak ada, terpaksa saya buru-buru ke sekolah bawa uang jajan untuk anak, kasihan anak-anak kalau sampai tidak makan,” ungkap Sudirman, salah satu orang tua murid di SDN 3.

Berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan di grup WhatsApp (WA) SDN 3, disebutkan bahwa SPPG Parepare, Ujung dan Mallusetasi untuk sementara tidak operasional mulai Rabu, 10 Juni 2026, sampai waktu yang tidak ditentukan. Karena saat ini SPPG tersebut masih menunggu proses administrasi dari BGN Pusat. Karena itu penyaluran makan bergizi gratis dari unit SPPG terkait untuk sementara tidak tersalurkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare Dede Harirustaman yang dihubungi terpisah mengaku belum mendapatkan informasi terkait penghentian distribusi MBG tersebut. “Belum ada informasi,” kata Dede, singkat.