Artikelnews.com, Makassar – Swiss-Belinn Panakkukang Makassar optimistis menyambut momentum Ramadan 1447 H dengan membidik okupansi minimum 18 ribu pengunjung. Ini selama periode berbuka puasa tahun ini. Target tersebut dinilai realistis, mengingat capaian serupa berhasil diraih pada Ramadhan tahun lalu, sekaligus menjadi indikator positif bagi kinerja sektor perhotelan dan kuliner di Makassar.
Melalui program “Ramadhan Marannu”, manajemen Swiss-Belinn Panakkukang memaksimalkan potensi ekonomi Ramadhan dengan menghadirkan konsep All You Can Eat Iftar Buffet.
General Manager Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Roheman, menilai Ramadan merupakan periode strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pendapatan hotel, khususnya dari sektor food and beverage.
Dengan target okupansi yang terjaga, program ini diharapkan memberi efek berganda bagi kinerja usaha dan tenaga kerja. “Dengan inovasi menu Ayam Tungku sebagai pendatang baru dan pengalaman berbuka yang terus ditingkatkan, kami optimistis target minimum 18 ribu pengunjung selama Ramadhan 2026 dapat tercapai,” tuturnya.
Hal tersebut kata dia, sekaligus memperkuat posisi hotel sebagai salah satu destinasi berbuka puasa unggulan di Makassar.
Executive Chef Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Chef Jumardi, mengatakan Ramadan tahun ini terasa lebih spesial dengan hadirnya Ayam Tungku, menu pendatang baru yang disiapkan untuk menjadi daya tarik utama.
Ayam tersebut kata dia, dimasak perlahan menggunakan tungku tradisional, menghasilkan aroma rempah yang kuat dan cita rasa autentik. “Spesial karena Ayam Tungku dimarinasi dengan bubuk cabai dan berbagai rempah seperti pala, kapulaga, cengkeh, serta bawang putih, lalu rempah tersebut disimpan di bagian perut ayam,” ucapnya.
Proses memasak semakin khas karena ayam dibungkus menggunakan daun jati kering, menciptakan sensasi rasa yang unik dan berbeda dari sajian ayam pada umumnya.
Dari sisi produksi, Chef Jumardi menyebutkan pihaknya menyiapkan sekitar 100 ekor Ayam Tungku selama Ramadhan, atau rata-rata 3–4 ekor per hari, menyesuaikan dengan proyeksi jumlah pengunjung. “Angka ini disiapkan sebagai langkah awal untuk menguji respons pasar terhadap menu baru tersebut,” ucapnya.
Selain Ayam Tungku, Swiss-Belinn Panakkukang tetap menghadirkan berbagai stall favorit yang selama ini menjadi penopang okupansi, seperti Kambing Guling dan Nasi Goreng Marannu. “Kombinasi menu lama yang sudah memiliki basis pelanggan dengan menu baru dinilai mampu memperluas segmentasi pasar berbuka puasa,” tuturnya.





Tinggalkan Balasan