Artikelnews.com, Parepare — Pelantikan pengurus Pemuda Panca Marga Markas Cabang Kota Parepare di Auditorium BJ Habibie, Selasa, (5/5/2026), berlangsung meriah dengan bertabur tokoh dan pejabat yang hadir.

Dari deretan tamu yang hadir, tampak mencolok puluhan orang mengenakan kostum busana Muslim serba putih. Mereka adalah jemaah Majelis Syuhada Parepare, sebuah komunitas yang menggerakkan kegiatan Safari Salat Subuh Berjamaah dari masjid ke masjid.

Wali Kota Parepare Tasming Hamid saat membawakan sambutan dari atas podium secara khusus menyapa jemaah Majelis Syuhada. “Kehadiran Majelis Syuhada luar biasa, mana Muassis (pencetus Majelis Syuhada),” ujar Tasming, disambut seruan, “Hadir,” oleh Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin (HBS).

Tasming berharap sinergi seluruh elemen masyarakat Parepare untuk bahu membahu mendukung pembangunan. “Semua wajib bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri kalau tidak ada kontribusi dari seluruh elemen masyarakat Parepare. Dengan bersinergi akan menambah semangat geliat pembangunan di Parepare,” seru TSM, akronim mantan Pimpinan DPRD Parepare ini.

Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) mengungkapkan, kehadiran Majelis Syuhada atas undangan dari Ketua Pemuda Panca Marga Parepare yang juga Sekda Parepare Amarun Agung Hamka. Bahkan terkonfirmasi sekitar 40 jemaah Majelis Syuhada yang hadir di pelantikan.

“Alhamdulillah, suatu kehormatan Majelis Syuhada diundang menghadiri pelantikan pengurus Pemuda Panca Marga Parepare, terima kasih Pak Sekda atas undangannya. Tentunya, kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus Pemuda Panca Marga Parepare, semoga sukses menjalankan amanah organisasi dan membawa kemanfaatan baik bagi pengurus yang baru saja dilantik maupun bagi masyarakat dan Kota Parepare,” kata HBS, mendoakan.

HBS turut merespons sambutan positif Wali Kota atas kehadiran Majelis Syuhada. Bagi HBS atensi Wali Kota menjadi energi positif bagi seluruh jamaah Majelis Syuhada untuk terus istiqomah bergerak menggugah umat memakmurkan masjid, dan tetap eksis berjuang menjaga salat Subuh berjamaah melalui gerakan putihkan shaf dari masjid ke masjid di wilayah Parepare dan daerah tetangga lainnya.