Artikelnews, Kebumen – Gegara cemburu, seorang pria di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tega membunuh istri bersamanya mertuanya pada Selasa (12/6/2026).
Peristiwa yang terjadi pada siang hari ini sontak membuat warga panik, karena mendengar jeritan minta tolong dari dalam sebuah rumah.
Saat sejumlah tetangga mencoba mengintip dari balik tirai jendela, mereka melihat dua perempuan tergeletak bersimbah darah di dalam kamar.
Korban diketahui merupakan EP (33) dan ibunya, PA (52), yang akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dialami.
Polisi kemudian menetapkan SP (28), suami EP sekaligus menantu PA, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menewaskan keduanya.
Dilansir dari Tribuntrends.com, Ahad (17/6/2025), peristiwa tragis itu disaksikan langsung oleh seorang tetangga korban bernama Suparni.
Saat kejadian berlangsung, Suparni mengaku sedang memberi makan kambing di dekat rumahnya.
Ia mendengar suara jeritan histeris dari arah rumah korban yang membuat suasana sekitar mendadak geger.
Karena panik, Suparni segera memanggil Ketua RT setempat untuk meminta bantuan warga.
Kasus pembunuhan ini pun kini ditangani aparat kepolisian guna mengungkap motif dan kronologi pasti kejadian tersebut.
Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Kanzi Fathan, mengungkapkan bahwa motif sementara pelaku adalah rasa cemburu terhadap istrinya.
Polisi menyebut, SP menaruh curiga kepada EP karena diduga dekat dengan laki-laki lain.
“Pelaku mengaku cemburu karena istrinya diduga dekat dengan laki-laki lain,” ujar AKP Kanzi Fathan
Menurut dia, cekcok terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di rumah korban. Dalam kondisi emosi, SP mengambil besi ulir sepanjang kurang lebih 37 sentimeter yang berada di dekat kamar mandi.
Besi tersebut kemudian digunakan untuk memukul istrinya hingga mengenai bagian tengkuk dan kepala belakang.
Tak lama kemudian, PA yang mendengar teriakan anaknya masuk ke kamar untuk menolong. Namun nahas, dia justru ikut menjadi korban penganiayaan.
“Tersangka sempat cekcok dengan korban sebelum memukul korban PA berkali-kali pada bagian kepala,” kata Kanzi.
Kedua korban mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat dilarikan ke RS Purbowangi Buayan menggunakan ambulans desa. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.




