Artikelnews, Mamuju – Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, menghadiri rapat kerja pimpinan semester 1 tahun 2026 di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, Kamis (18/6/2026).

Rapat ini dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan dihadiri forkopimda, seluruh kepala daerah di Sulbar, serta para pihak yang berkepentingan.

Kegiatan ini merupakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program strategis nasional dan program prioritas Provinsi Sulawesi Barat.

Sebagaimana amanat ketentuan pasal 181 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah.

hadir mendampingi Bupati Pasangkayu, di antaranta Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bapperida, Kepala BPKAD, Kepela Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Inspektorat, Kepala Bagian Ortala.

Pada kesempatan tersebut, mewakili Bupati Pasangkayu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kartini, menjelaskan program strategis nasional dan program prioritas nasional yang dibagi menjadi enam cluster.

Diantaranya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk masyarakat, perluasan akses pendidikan, pertumbuhan ekonomi dan mitigasi bencana.

Kartini melanjutkan dari enam cluster ini, Pemerintah berinovasi untuk memberikan bantuan berupa ternak ayam beserta pakan dan kandang yang menyasar 195 rumah tangga miskin atau biasa disebut RTM untuk pengetasan kemiskinan.

“Terus dilanjutkan dengan sekolah rakyat yang saat ini pemerintah telah menyediakan lahan seluas 5 hektar namun membutuhkan anggaran pematangan lahan,” katanya.

Pada cluster kedua, ketahanan pangan yang solusinya pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran cadangan beras.

Cluster ketiga, kesehatan untuk semua yang diantaranya stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, jaminan kesehatan nasional, penuntasan TBC dan pembangunan rumah sakit lengkap dan berkualitas di kabupaten Pasangkayu.

Cluster keempat, perluasan akses pendidikan yang diantaranya pembangunan dan revitalisasi PAUD, SD dan SMP, makanan bergizi gratis dan penanganan anak tidak sekolah atau biasa dikenal dengan ATS.

“Cluster kelima, pertumbuhan ekonomi yang diantaranya pengendalian inflasi, koperasi desa atau kelurahan merah putih, kemudahan perizinan dan komoditas unggulan,” ujar Kartini.

Pada cluster keenam mitigasi bencana, yang diantaranya Pasangkayu memiliki karakteristik wilayah pesisir dengan garis pantai sepanjang 151 KM dengan jumlah nelayan 1.300 nelayan sekaligus wilayah pegunungan menjadikan rawan bencana hidrometeorologi dan geologi.

Sebagai penutup dari laporannya, Kartini menyimmpulkan dari pemaparan hari ini Kabupaten Pasangkayu mendukung seluruh program strategis nasional (ProSN) dan program prioritas Provinsi Sulawesi Barat.”

Kabupaten Pasangkayu berkomitmen mempercepat Kabupaten Pasangkayu berkomitmen mempercepat pelaksanaan pencapaian target kinerja ProSN dan prioritas Provinsi Sulawesi Barat dan akan menyelesaikan seluruh faktor yang penghambatnya.