Artikelnews, Los Angeles – Timnas Spanyol berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.
Hasil ini membuat Spanyol menantang Prancis di babak semifinal yang digelar pada 15 Juli 2026 waktu Indonesia di Stadion Dallas, Amerika Serikat.
Generasi baru Spanyol ini sukses mengunci tiket semifinal untuk pertama kalinya sejak juara pada edisi 2010 lalu.
Setelah 2010, Spanyol selalu terhenti di babak 16 besar dalam dua edisi (2018 dan 2022) dan fase grup (2014).
Dilansir dari Bolasports.com, Sabtu (11/7), Belgia tampil tanpa dua pemain kuncinya pada laga pagi ini, yaitu Amadou Onana, Zeno Debast, dan Youri Tielemans.
Youri Tielemans awalnya dipercaya sebagai starting XI, tetapi digantikan oleh Hans Vanaken gara-gara mengalami cedera pada sesi pemanasan sebelum laga.
Tampil dengan kekuatan penuh, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan.
Beberapa peluang berbahaya berhasil diciptakan melalui kombinasi satu dua di dekat kotak penalti Belgia.
Spanyol akhirnya berhasil membuka keunggulan setelah hydration break.
Berawal dari akselerasi Pedro Porro di sisi kanan diakhiri dengan umpan silang mendatar ke Dani Olmo ke kotak penalti.
Sepakan Dani Olmo berhasil dimentahkan Thibaut Courtois, tetapi bola mentah berhasil disambar oleh Fabian Ruiz.
Spanyol unggul satu gol 15 menit jelang waktu normal selesai.
Unggul satu gol membuat Belgia tersengat dan menambah intensitas serangannya.
Akhirnya upaya De Rode Duivels membuahkan hasil empat menit kemudian.
Akselerasi Timothy Castagne dari sisi kanan berhasil diakhiri dengan umpan silang terukur yang sukses dimaksimalkan oleh Charles De Ketelaere.
Penyerang Atalanta tersebut sukses menanduk bola ke gawang Unai Simon dan mengakhiri rekor nirbobol Spanyol di Piala Dunia 2026.
Tidak ada gol di sisa waktu dan skor 1-1 mengakhiri duel di 45 menit pertama.
Memasuki babak Kedua, Spanyol kembali mengambil inisiatif serangan pada awal babak kedua.
Luiz de la Fuente memasukkan Pedri dan Ferran Torres menggantikan Alex Baena dan Fabian Ruiz untuk memecah kebuntuan di babak kedua.
Perubahan tersebut membuat keran serangan makin terbuka buat La Furia Roja.
Spanyol dapat dua peluang emas melalui upaya Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal.
Sayang, kedua sepakan kerasnya masih bisa dimentahkan Thibaut Courtois.
Belgia merespons dengan memasukkan tiga pemain sekaligus yaitu Axel Witsel, Romelu Lukaku, dan Joaquin Seys menggantikan Maxim De Cuyper, Hans Vanaken, dan Leandro Trossard untuk membendung serangan Spanyol.
Setelah tampil cukup impresif membendung peluang Spanyol, Courtois harus digantikan oleh Senne Lammens pada menit ke-70 karena mengalami cedera.
Nico Williams dimasukkan untuk menambah dimensi serangan Spanyol dari sisi sayap dan kehadirannya.
Perubahan tersebut akhirnya berbuah manis bagi Spanyol melalui sepakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal dimentahkan dengan sempurna oleh Senne Lammens.
Bola muntah dari Senne Lammens berhasil dihukum oleh Mikel Merino dan melepas sepakan yang kembali membawa Spanyol unggul semenit jelang waktu normal usai.
Di sisa waktu, Belgia terus menekan jantung pertahanan Spanyol, tetapi tidak menghasilkan gol penyeimbang.




