Ratusan Jamaah Bersatu dalam Shaf, Majelis Syuhada Parepare Kobarkan Semangat Memakmurkan Masjid

Artikelnews.com, Barru — Fajar Jumat (17/7/2026) di Desa Bojo menghadirkan pemandangan yang menggetarkan hati. Saat embun masih menggantung di dedaunan dan langit timur baru memancarkan cahaya jingga, Masjid Nurul Yaqin telah dipenuhi ratusan jamaah.

Shaf-shaf salat berdiri rapat tanpa celah, dipenuhi lautan pakaian putih yang menghadirkan suasana penuh khusyuk dan khidmat.

Lantunan azan Subuh yang dikumandangkan Ustadz Zainuddin menjadi penanda dimulainya panggilan momentum istimewa. Dari berbagai penjuru Desa Bojo, masyarakat berbondong-bondong menuju masjid. Kehadiran Pejuang Subuh Berjamaah Majelis Syuhada Kota Parepare menjadikan Subuh kali ini bukan sekadar salat berjamaah, melainkan sebuah gerakan nyata menghidupkan kembali pembiasaan memakmurkan rumah Allah.

Sebelum salat dimulai, Ketua DKM Masjid Nurul Yaqin, Ismail Alwi, S.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE (HBS) beserta seluruh rombongan.

Dia mengapresiasi semangat dakwah yang dibangun melalui gerakan Subuh berjamaah yang dinilai mampu memicu nurani dan menginspirasi masyarakat untuk semakin mencintai masjid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Barru Dapil IV, H. Rusdi Cara, SH. Kehadiran tokoh masyarakat, ulama, dan warga semakin memperlihatkan bahwa masjid tetap menjadi titik temu yang mampu mempersatukan seluruh lapisan umat.

Yang menarik, sebagian jamaah telah berada di Masjid Nurul Yaqin sejak selesai salat Isya. Mereka mengisi malam dengan i’tikaf, zikir, tilawah Al-Qur’an, dan doa hingga menyambut datangnya waktu Subuh.

Suasana spiritual yang terbangun menghadirkan ketenangan hati sekaligus menjadi teladan bahwa memakmurkan masjid tidak hanya dilakukan saat salat, tetapi juga dengan menghidupkan malam-malamnya.

Usai salat Subuh berjamaah, seluruh jamaah tetap memenuhi masjid untuk mengikuti paparan syariah yang disampaikan Ustadz Nur Faizal, SH. Dengan penyampaian secara tenang, ilmiah, dan menyentuh hati, beliau mengingatkan pentingnya menjaga salat berjamaah, mencintai masjid, serta menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam membangun keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa.

Nasihat yang diperkaya dengan bahasa Bugis membuat suasana semakin hangat dan menyentuh sendi-sendi kehidupan nyata. Jamaah pun larut menyimak tanpa beranjak dari tempat duduknya. Wajah-wajah penuh harap, mata yang berkaca-kaca, serta lantunan zikir yang menggema menjadi saksi bahwa pagi itu bukan hanya menghidupkan masjid, tetapi juga mengguncang suasana hati.

Kepala Desa Bojo 1 Kabupaten Barru, Ir. H. Tuppu Bulu Alam mengatakan, kegiatan Safari Salat Subuh Berjamaah ini menjadi bukti bahwa ketika dakwah dilakukan dengan keteladanan, silaturahmi, dan kebersamaan, masjid akan kembali menjadi pusat pendidikan dan pembinaan nurani umat.

Gerakan Pejuang Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare telah dinilai sebagai suatu magnet yang mampu menghadirkan optimisme bahwa gerakan salat Subuh berjamaah dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya.

Terpisah, Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) ditemui di pelataran Masjid Nurul Yaqin Bojo mengemukakan, Subuh di Bojo telah usai, tetapi semangatnya berbekas keras yang diharapkan terus menyala.

“Dari shaf-shaf yang rapat lahir persatuan dan dari semangat masjid yang makmur lahir masyarakat yang kuat berjuang menjaga Subuh, dan dari hati-hati yang bertaut kepada Allah SWT lahir keberkahan bagi ummat bangsa dan negeri,” tegas HBS.

Tak lupa Muassis HBS menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Bojo 1, Ketua DKM Masjid Nurul Yaqin, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda Desa Bojo, serta terima kasih kepada seluruh jajaran aparat Kepolisian Resor dan Sektor Mallusetasi Kabupaten Barru.