Artikelnews.com, Parepare – Setiap anak memiliki karakteristik, potensi, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, mengenali kebutuhan anak sejak dini menjadi langkah penting agar layanan pendidikan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing murid.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, UPTD SD Negeri 66 Parepare menghadirkan sebuah inovasi daerah bernama KALIKA (Kolaborasi Aktif Layanan Identifikasi Kebutuhan Khusus Anak).
Inovasi ini dirancang untuk membantu sekolah mengenali kebutuhan khusus murid secara lebih sistematis, kolaboratif, dan berbasis data.
Proses identifikasi dilakukan secara kolaboratif melalui observasi, wawancara dengan orang tua, telaah hasil belajar, serta penggunaan instrumen identifikasi sesuai karakteristik murid.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menyusun profil kebutuhan murid yang memuat karakteristik, potensi, hambatan, dan kebutuhan dukungan dalam pembelajaran.
“Melalui KALIKA, kami ingin memastikan bahwa setiap pengamatan terhadap murid mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Guru tidak harus bekerja sendiri, tetapi dapat berkolaborasi dengan GPK, orang tua, dan pihak terkait untuk memahami kebutuhan setiap anak,” ujar Marce Marcelina Andrian, sang inovator.
Salah satu keunggulan KALIKA adalah perubahan dari pola identifikasi yang sebelumnya bersifat informal menjadi sebuah layanan dengan alur yang jelas dan terdokumentasi. Mulai dari pengajuan layanan, identifikasi kolaboratif, pemetaan kebutuhan, penyusunan rekomendasi, hingga tindak lanjut dan pemantauan dilakukan secara terstruktur.
Bagi guru, KALIKA membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri dalam mengenali indikasi kebutuhan khusus murid. Bagi orang tua, inovasi ini membuka ruang komunikasi yang lebih kuat dengan sekolah.
Sementara bagi murid, identifikasi yang dilakukan sejak dini diharapkan membantu sekolah memberikan layanan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik, potensi, dan hambatan yang dimiliki.
Dalam penerapannya, KALIKA juga memanfaatkan teknologi sederhana seperti Google Form, Google Drive, dan aplikasi lainnya untuk membantu pencatatan, dokumentasi, dan pengelolaan data hasil identifikasi.
Melalui KALIKA, UPTD SD Negeri 66 Parepare berupaya membangun budaya pendidikan yang lebih inklusif: tidak menunggu masalah menjadi besar untuk bertindak, tetapi berusaha mengenali kebutuhan anak sejak dini dan memberikan dukungan sesuai kebutuhannya.
Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di Kota Parepare, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan replikasi agar semakin banyak sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang menghargai keberagaman setiap anak.
KALIKA: Kenali Kebutuhannya, Kolaborasikan Layanannya, Wujudkan Pendidikan yang Inklusif.




