Artikelnews, Makassar – Salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah naik daun di Indonesia adalah olahraga padel.
Padel adalah cabang olahraga baru yang cara dimainkannya menyerupai olahraga tenis dan squash. Berbeda dengan olahraga tenis, padel hanya dapat dimainkan oleh empat orang atau dalam bentuk format ganda saja.
Jadi, bisa dikatakan bahwa olahraga padel merupakan cabang olahraga yang terbentuk dari hasil perkembangan olahraga tenis.
Olahraga padel ini sangat populer di negara Spanyol. Di “negeri matador” ini terdapat 4 juta pemain padel amatir yang didukung dengan lapangan padel sebanyak 20.000 lapangan sebagai fasilitas penunjangnya.
Sejarah Olahraga Padel
Dilansir dari Juaraga.id, Jumat (14/8/2026), olahraga padel pertama kali dimainkan di Acapulco, Meksiko pada tahun 1969. Berawal dari seseorang yang bernama Enrique Corcueara, yang ingin bermain tenis dengan memanfaatkan lapangan squash yang berada di sekitar rumahnya.
Dari sinilah, Enrique menciptakan permainan olahraga yang ia sebut sebagai “Paddle Corcuera”. Lalu, ia mencoba mengajak teman-temannya untuk mencoba olahraga hasil penemuannya, dimana salah satu temannya tersebut ada yang berasal dari Spanyol yaitu Alfonso of Hohenlohe-Langenburg.
Seketika setelah mencobanya, Alfonso langsung jatuh cinta dengan olahraga tersebut. Lalu, Alfonso memutuskan untuk mengenalkan olahraga ini ke negaranya dengan membuat dua lapangan padel pertama di sebuah klub tenis di Marbella, Spanyol pada tahun 1974.
Namun, olahraga padel yang ia kenalkan di negaranya telah dimodifikasi dari konsep asli yang dicetuskan oleh Enrique, yang membuatnya menjadi lebih kompetitif. Pada 12 Juli 1991, olahraga padel mulai dikembangkan sebagai cabang olahraga resmi dengan mendirikan Federation International de Padel (FIP) di Kota Madrid, Spanyol.
Perbedaan Olahraga Padel dan Tenis
Meskipun olahraga padel mirip dengan olahraga tenis, namun ada beberapa detail perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua olahraga ini, mulai dari raket, bola, lapangan, hingga peraturannya.
- Raket
Raket padel dan raket tenis rupanya memiliki perbedaan cukup menonjol. Raket padel terbuat dari bahan fiberglass yang kokoh, tampil dengan ukuran gagang yang lebih pendek untuk memberikan kontrol raket yang lebih baik. Pada bagian kepala raket, juga busa khusus untuk memberikan daya pukul pada bola.
Sedangkan, raket tenis tampil dengan ukuran gagang yang lebih panjang untuk memberikan pukulan yang lebih keras dengan kepala raket yang disematkan senar khusus untuk memukul bola.
- Bola
Bola padel dengan bola tenis juga memiliki perbedaan, dimana bola padel memiliki tekstur yang sedikit lebih lembut dengan tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan dengan bola tenis. Oleh karena itu, dari segi ukuran, bola tenis lebih besar dibandingkan bola padel.
Bola padel memiliki ukuran antara 6,35 cm dan 6,77 cm, sedangkan untuk bola tenis memiliki ukuran antara 6,54 cm dan 6,86 cm.
- Lapangan
Perbedaan selanjutnya antara olahraga padel dengan tenis adalah lapangannya. Dari segi ukuran, lapangan padel lebih kecil dibandingkan dengan lapangan tenis.
Lapangan padel biasanya memiliki ukuran dengan panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Sedangkan, lapangan tenis memiliki ukuran dengan panjang 23 meter dan lebar 11 meter.
- Peraturan permainan
Terdapat beberapa poin peraturan yang berbeda antara olahraga padel dengan tenis.
- Di olahraga padel, servis dilakukan dengan teknik underarm. Berbeda dengan olahraga tenis yang dapat dilakukan dengan teknik underarm atau overarm.
- Durasi olahraga padel cenderung lebih lama dibandingkan dengan tenis karena bola yang bisa dipantul-pantulkan ke dinding.
- Olahraga padel hanya dapat dimainkan dalam format ganda, sedangkan tenis dapat dimainkan dalam format tunggal maupun ganda.
Cara Bermain Padel
Berikut ini adalah cara bermain padel yang harus diketahui.
- Pertandingan olahraga padel harus dimainkan di lapangan khusus padel yang diikuti oleh 2 pasang pemain atau ganda.
- Sebelum memulai pertandingan, akan dilakukan lempar koin terlebih dahulu. Pasangan yang beruntung akan melakukan melakukan servis pertama.
- Saat melakukan servis, pemain wajib melakukannya dengan teknik underarm atau dilakukan di bawah ketiak dan memukul bola dengan arah diagonal ke daerah lawan.
- Pertandingan padel terdiri dari 3 set, yaitu 15-30-40.
Cara Menghitung Poin Padel
Penghitungan skor olahraga padel sama seperti konsep olahraga tenis, yaitu 15-30-40, sehingga apabila ada pasangan yang berhasil memenangkan dua set pertama, sudah bisa menjadi pemenangnya. Deuce dapat diberlakukan jika kedudukan sama kuat, 40-40.
Berikut ini kondisi yang harus terjadi agar bisa mendapatkan poin di dalam pertandingan olahraga padel.
- Pukulan bola dari lawan mengenai net atau bagian lapangan lainnya seperti pagar, tembok, dan lainnya tanpa memantulkan bola terlebih dahulu di daerah lawan.
- Bola langsung mengenai tubuh lawan
- Bola memantul dua kali di daerah lawan
- Bola memantul di daerah lawan dan keluar dari lapangan
- Salah satu pemain menyentuh bola dengan raket lebih dari satu kali.




