Artikelnews, Makassar – Pengamat otomotif memperkirakan pasar mobil bekas masih sulit tumbuh hingga akhir tahun 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit, tumbuh 18,3 persen secara tahunan (yoy) dari 437.544 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan ritel juga meningkat 12,3 persen yoy menjadi 511.514 unit. Namun, pertumbuhan pasar mobil baru tersebut belum serta-merta merembet ke segmen mobil bekas.

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pasar mobil bekas memiliki dinamika tersendiri dan tidak selalu bergerak searah dengan pasar mobil baru.

Karena itu, kenaikan penjualan mobil baru belum cukup untuk menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat sudah pulih.

“Pasar mobil bekas mempunyai tren pasar tersendiri, kerap terlepas dari tren yang terjadi di pasar mobil baru,” jelas Bebin, dilansir dari Kontan.co.id, Selasa (18/8/2026).

Menurut Bebin, pasar mobil bekas masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan. Pergerakannya sangat bergantung pada supply and demand, daya beli masyarakat, serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Ia memperkirakan pasar mobil bekas masih lesu hingga akhir 2026 karena belum terlihat indikasi kuat adanya perbaikan permintaan dalam beberapa bulan mendatang.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku bisnis otomotif, meski peluang pertumbuhan masih terbuka di kanal tertentu.

Sementara Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) Jany Candra mengatakan, prospek bisnis mobil bekas masih cukup baik, salah satunya tercermin dari pertumbuhan Caroline.id.

“Prospek masih bagus, terutama untuk Caroline.id yang masih bisa tumbuh sekitar 50% pada kuartal kedua tahun ini,” ujar Jany kepada KONTAN.

Dari sisi produk, Jany menyebut mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) dengan harga di bawah Rp 200 juta masih menjadi kendaraan bekas yang paling banyak dicari konsumen.

Dengan demikian, pertumbuhan penjualan mobil baru belum bisa dijadikan patokan tunggal bagi investor maupun pelaku usaha untuk membaca prospek pasar mobil bekas.

Tekanan daya beli dan belum kuatnya permintaan tetap menjadi risiko utama hingga akhir tahun.