Artikelnews.com, Parepare — Anggota DPRD Kota Parepare dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bacukiki, Jusvari Genda melakukan reses hari kedua pada masa reses November 2026 di wilayah pelosok Minrulangnge, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Sabtu sore (7/11/2026).

Momen langka legislator hadir di Minrulangnge, membuat warga setempat antusias menyambut Jusvari.

Jusvari di hadapan puluhan warga peserta reses menyatakan menjaring aspirasi sampai di pelosok karena ingin mengetahui kebutuhan warga untuk dikawal dan diperjuangkan hingga terealisasi.

Beberapa aspirasi warga mencuat dalam reses di antaranya dari Basri, yang berharap jalan lingkar di wilayah Watang Bacukiki tersentuh perbaikan. Itu karena terjadi kerusakan di beberapa titik, dan rentan genangan air saat banjir pada musim penghujan.

Kemudian Rasna yang curhat Posyandu sering pindah-pindah tempat, namun dia tetap mengusulkan pembangunan Posyandu semi permanen, jika belum bisa dibangunkan yang permanen karena belum memiliki lahan sendiri. Selain itu, Rasna yang juga paralegal berharap atensi pemerintah dan DPRD mengatasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Saya melakukan pendampingan kasus KDRT, tapi hanya satu kali dibayar prosesnya sampai beberapa kali. Mungkin ada solusi agar KDRT tidak berulang,” harap Rasna.

Sementara Firman membawa aspirasi warga Lemoe, agar diberikan bantuan peralatan pertanian, pertukangan, dan UMKM. Karena sebagian besar warga setempat berprofesi petani, tukang batu, tukang kayu, dan pelaku UMKM.

Jusvari yang akrab disapa Pamulang, merespons semua aspirasi warga. Dia siap menindaklanjuti dengan turun langsung ke lapangan (on the spot) melihat titik jalan rusak yang diaspirasikan warga.

“Aturkan jadwal, waktu untuk on the spot ke lapangan. Karena saya berada di Komisi III, mitra kami adalah Dinas PUPR yang menangani infrastruktur jalan. Makanya saya siap kawal usulan warga terkait perbaikan jalan, termasuk juga talud saya siap kawal,” kata Jusvari.

Terkait Posyandu, Jusvari menjanjikan siap berkoordinasi lintas komisi DPRD untuk mencari solusi terbaik. Tidak cukup sampai di situ, bahkan Jusvari menawarkan bantuan secara pribadi untuk perbaikan Posyandu.

Sementara terkait penanganan KDRT, Jusvari juga berjanji akan membahasnya lintas komisi DPRD.

“Terkait usulan Pak Firman, harapan saya memang perlu usulan bantuan yang penting sesuai profesi seperti pertukangan dan pertanian. Bisa kattang, molen dan lainnya. Itulah gunanya kami reses untuk menerima aspirasi supaya kami bisa mengawal aspirasi tersebut,” tegas Anggota Komisi III DPRD Parepare ini.

Legislator PKS ini juga mengemukakan tentang prospek Kecamatan Bacukiki. Bacukiki diyakini tidak lama lagi akan tumbuh dan berkembang perekonomiannya. Bacukiki menjadi tempat pertumbuhan perumahan dan permukiman, yang kini semakin ramai. Bacukiki yang diistilahkan sebagai Kota Atas akan menjadi daerah yang padat penduduknya.

Belum lagi jika Kampus Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) sudah dibangun, akan membuat perekonomian Bacukiki semakin menggeliat.

“Informasi yang saya terima, dari rencana 34 hektare lahan ITH, pada bulan ini sudah ada pembersihan lahan sekitar 7 hektare yang nilainya Rp3,8 miliar. Bisa dibayangkan kalau 34 hektare itu sudah semua terbangun kampus, bagaimana hidupnya perekonomian Bacukiki. Bacukiki akan lebih unggul dari Kecamatan lain,” ungkap Jusvari yang juga Ketua Harian IKA STM Negeri 80 (SMKN 2) Parepare.

Hadir dalam reses, jajaran pengurus DPD PKS Parepare, istri Jusvari Genda, Hasriani Sarman SPd, Tim Jusvari Genda, staf DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, dan puluhan warga peserta reses.