Artikelnews.com, Jakarta — Perasaan syukur, bahagia, dan haru menyelimuti Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) dan keluarga. Itu karena pada Senin, (7/9/2026), putri bungsunya, Handina Sulastrina Bakhtiar, S.H., M.H, resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Handina resmi menjadi PNS 100 persen dan mengabdikan ilmunya sebagai Dosen Asisten Ahli di Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, lantai 4, Gedung Rektorat UPN “Veteran”, yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Sayangnya, prosesi sakral itu tidak dihadiri dan disaksikan langsung oleh sang ayah Bakhtiar Syarifuddin. HBS berhalangan hadir karena batal terbang ke Jakarta, akibat penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga saat ini, imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

HBS pun hanya bisa mengirimkan doa dan ucapan selamat kepada putrinya yang telah resmi menjadi abdi negara. “Selamat nak, rasa syukur, bahagia dan terharu meski tidak sempat hadir langsung menyaksikanmu diambil sumpah sebagai PNS hari ini di Jakarta. Alhamdulillah, kamu kini sudah PNS 100 persen, sebagai abdi negara, dosen ilmu hukum di UPN “Veteran” Jakarta,” ujar HBS yang berada di Parepare, Senin (7/9/2026).

Tidak hanya HBS, keluarga besar Majelis Syuhada turut berbangga dan memberikan ucapan selamat kepada putri Muassis, Handina Sulastri Bakhtiar.

Ketua Dewan Syuro Majelis Syuhada H Pangerang Rahim atas nama keluarga besar Majelis Syuhada berpesan kepada Handina agar dapat menjadi PNS yang amanah, profesional, dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas. “Kami titipkan amanah ini. Jadikan pengabdian sebagai ibadah. Bekerja dengan jujur, disiplin, dan ikhlas,” pesan Pangerang Rahim, Wakil Wali Kota Parepare pada masanya.

Handina yang lulus menjadi CPNS pada 2024, sudah menunjukkan prestasinya ketika mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 Angkatan 22 di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Handina meraih Predikat Peserta Terbaik I Latsar, dari 40 peserta di angkatannya.

Handina kini mengikuti jejak kakaknya, Dr. Handar Subhandi Bakhtiar, S.H. M.H, MTr. Adm.Kes., DipFS, yang sudah terlebih dahulu menjadi PNS dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) yang sama, dan saat ini menjabat Koordinator Program Studi Doktor (S-3) Hukum Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jakarta.

Handina Sulastrina lahir di Parepare pada 2 September 1998. Dia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di SD Negeri 3 Parepare, kemudian SMP Negeri 1 Parepare, dan SMA Negeri 1 Parepare.

Setelah itu dia menempuh pendidikan tinggi kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar, jurusan S-1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, dan lulus dengan IPK 3,66.

Kemudian mengambil gelar S-2, Magister Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, lulus dengan IPK 3,53.

Handina kini juga melanjutkan pendidikan S-3, Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin.

Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota Parepare.