Artikelnews.com, Parepare — Pengurus Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Parepare periode 2026 resmi menerima SK yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Parepare.

SK diserahkan secara simbolis oleh Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun kepada Ketua FKH H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Bappeda Parepare, Selasa (19/5/2026).

Selain penyerahan SK, rapat juga dirangkai dengan pembahasan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dan rencana aksi penanaman pohon.

Usai menyerahkan SK, Zulkarnaen mengungkapkan, Wali Kota memberi atensi terhadap eksistensi FKH terutama dalam mendukung pengembangan Kota Hijau.

“Bapak Wali Kota mengetahui eksistensi FKH, dan memberikan atensi. Karena kehadiran FKH dengan perannya mendukung pengembangan Kota Hijau, turut mendukung program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, salah satunya Parepare Bebas Banjir,” ungkap Zulkarnaen.

Kehadiran FKH juga diharap turut mendukung salah satu program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI yakni Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

FKH juga diharapkan mengembangkan kolaborasi, tidak hanya dengan Pemkot, tapi dengan multistakeholder seperti BUMN dan swasta. Karena dengan dukungan banyak pihak akan semakin menguatkan upaya mewujudkan Kota Hijau.

Ketua FKH H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) merespons atensi Pemkot terutama Wali Kota. HBS mengemukakan, semangat peduli lingkungan para pengurus FKH tidak surut meski dalam kondisi efisiensi anggaran.

“FKH akan terus bergerak sesuai dengan peran dan tugasnya, meski dalam kondisi efisiensi anggaran. FKH akan tetap menggiatkan aksi menanam pohon, meski tahun ini jumlahnya dikurangi menjadi hanya 50 pohon dari tahun lalu 89 pohon,” kata HBS.

HBS meyakinkan, setelah menerima SK, FKH akan langsung bergerak, dengan salah satu agendanya adalah aksi menanam pohon.

“Jika hujan masih terus turun, maka dimungkinkan aksi menanam pohon dilakukan pada bulan Juni bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup. Tapi jika sudah terjadi kemarau, maka aksi menanam pohon diundur ke bulan September atau Oktober,” jelas HBS.

Sementara terkait dengan pengembangan kolaborasi, HBS menekankan, FKH siap bekerjasama dengan siapa saja dalam mendukung pengembangan Kota Hijau.

Hanya saja, HBS berharap Forum CSR di Parepare dihidupkan, agar terlihat kontribusi CSR dari setiap BUMN. Karena salah satu kontribusi CSR BUMN adalah mendukung lingkungan hidup.

Rapat perdana pengurus FKH tahun ini turut dihadiri oleh Sekretaris Bappeda AM Dirham, Kabid Perencanaan Praswilek Kadek Sroningsih, beserta jajaran. Dari FKH hadir lengkap para pengurus inti.

Usai rapat di Bappeda, pengurus FKH langsung bergerak meninjau lokasi yang dijajaki menjadi ruang terbuka hijau (RTH) taman binaan FKH bersama Pemkot, didukung oleh BUMN seperti Pertamina dan Bulog.

Lokasinya di Jalan Petta Unga (belakang gudang Bulog), Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang. Lokasi tersebut selama ini menjadi tempat pembuangan sampah, sehingga Pemkot mengambil langkah menutup lokasi itu dari sampah dengan menanami pohon.

HBS menegaskan, RTH di Parepare harus menjadi atensi bersama terutama peningkatan kuantitasnya, karena selama ini yang diperhatikan hanya kualitasnya.

“Karena RTH merupakan elemen penting dalam tata ruang kota yang berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota yang membantu menyerap polusi dan mengatur suhu udara, RTH juga memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mental dan memperkuat ikatan sosial masyarakat,” tegas HBS yang juga Muassis Majelis Syuhada Parepare.