Artikelnews.com, Parepare — Pengurus dan anggota PIK Remaja Sipakalebbi UPTD SMPN 10 Parepare melakukan kunjungan survei pembelajaran pembibitan jamur tiram, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan di Rumah Jamur “Sahabat Jamur” binaan PT PLN (Persero) Wilayah Sulselbar, Jalan Jend A Yani km 3 Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Parepare tersebut, bertujuan sebagai edukatif, praktisi, dan karakter.
Pembina PIK-R Si-Pakalebbi sekaligus guru koordinator MGP rumpun Bimbingan dan Konseling UPTD SMPN 10 Parepare, Andi Ajeng SPd MPd mengatakan, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan keterampilan budidaya, tetapi juga mengembangkan sikap ilmiah dan jiwa kewirausahaan murid.
“Sekaligus belajar tentang proses pembibitan jamur dan pengolahan jamur menjadi bahan makanan lauk maupun jenis olahan cemilan,” ujar Andi Ajeng yang bersama Wakasek SMPN 10 Sultan Efendy mendampingi PIK Remaja Sipakalebbi dalam kunjungan tersebut.
Andi Ajeng mengulas, pembelajaran pembibitan jamur tiram ini bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skill). Murid dapat belajar cara menyiapkan media tanam, menjaga kebersihan, melakukan penyemaian, hingga merawat bibit jamur. Keterampilan ini dapat menjadi bekal usaha sederhana di masa depan bagi murid.
Kemudian dapat menanamkan sikap ilmiah. Karena proses pembibitan mengajarkan murid untuk mengamati, mencoba, mencatat hasil, dan memahami hubungan antara kebersihan, suhu, kelembapan, dan pertumbuhan jamur.

Selain itu, dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi. Murid dapat memanfaatkan limbah organik seperti serbuk kayu sebagai media tanam sehingga belajar menciptakan sesuatu yang bernilai guna.
Ditambah dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Karena pembelajaran ini memberi pengalaman nyata tentang proses produksi hingga peluang pemasaran jamur tiram sebagai produk pangan bernilai ekonomi.
“Juga dapat melatih tanggung jawab dan disiplin. Karena pembibitan jamur memerlukan perawatan rutin dan ketelitian. Hal ini membantu membentuk karakter disiplin, sabar, dan bertanggung jawab,” ungkap Andi Ajeng.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pembelajaran kontekstual, materi IPA, prakarya, dan lingkungan hidup. Dapat diterapkan langsung melalui praktik pembibitan, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan mudah dipahami.
Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Karena murid belajar memanfaatkan bahan alami dan limbah organik secara produktif sehingga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
“Juga yang terpenting meningkatkan kerja sama dan komunikasi. Karena kegiatan pembibitan biasanya dilakukan secara kelompok sehingga melatih kemampuan bekerja sama, berdiskusi, dan berbagi tugas,” ulas Andi Ajeng.
Dengan demikian, kata dia, pembelajaran pembibitan jamur tiram yang dilakukan oleh Pusat Informasi dan Konseling Remaja Si-Pakalebbi UPTD SMPN 10 Parepare lebih menekankan sebagai sarana pengembangan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan jiwa usaha murid secara terpadu.




