Artikelnews, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menjadi pembicara dalam Dialog Publik bertema “Krisis Air Bersih di Makassar: Dari Keluhan Menjadi Solusi Bersama” yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan di Warkop Aspirasi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (20/6/2026).

Selain Plt Dirut PDAM Andi Syahrum, dialog juga menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar yang diwakili Kepala Bidang Sanitasi, Air Bersih dan Jasa Konstruksi, serta Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir.

Ketua Panitia, Muh Fadly, mengatakan, forum dialog dipilih sebagai ruang komunikasi yang lebih konstruktif dibandingkan hanya menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat perlu dibahas secara terbuka dengan menghadirkan pihak-pihak terkait agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif.

“Kami ingin mempertemukan pemerintah, masyarakat, mahasiswa, aktivis, dan pihak terkait dalam satu forum. Harapannya, setiap persoalan bisa dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi yang nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Diza Rasyid Ali, mengapresiasi penyelenggaraan dialog tersebut. Ia menilai pendekatan dialog merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Menurut Diza, Pemuda Pancasila terus mendorong lahirnya ruang-ruang diskusi publik sebagai wadah penyampaian aspirasi sekaligus mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Andi Syahrum menyambut baik inisiatif Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan yang menggelar forum diskusi terkait persoalan air bersih di Makassar.

Ia menilai, dialog publik menjadi sarana penting untuk mempertemukan berbagai perspektif sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai tantangan yang dihadapi sektor pelayanan air minum.

“Kalau ada masalah, harus dibicarakan bersama untuk mencari solusi. Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan tanpa memahami akar masalahnya terlebih dahulu,” kata Andi Syahrum.

Dalam pemaparannya, Andi Syahrum juga menjelaskan bahwa persoalan air bersih tidak boleh hanya dipandang sebagai masalah alam atau cuaca semata. Menurutnya, solusi harus dibangun melalui perencanaan yang matang, pengelolaan profesional, dan keberanian melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini terabaikan.

Selain itu, sedimentasi dan tumpukan sampah di saluran air baku, Andi Syahrum juga mengungkap tingginya kehilangan air sepanjang jalur distribusi dari Lekopancing menuju Panaikang.

Ia menjelaskan, air baku yang mengalir sejauh sekitar 30 kilometer mengalami penyusutan yang sangat besar sebelum tiba di instalasi pengolahan.

“Kalau air yang keluar dari hulu 100 persen, ketika sampai di Panaikang tinggal sekitar 40 persen. Banyak faktor penyebabnya, mulai dari kebocoran hingga pemanfaatan air secara ilegal di sepanjang jalur distribusi,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan komitmen Perumda Air Minum Kota Makassar untuk terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Menurutnya, berbagai langkah perbaikan yang sedang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan teknis distribusi air, tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Untuk itu, Andi Syahrum berharap forum-forum dialog seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah komunikasi yang efektif antara masyarakat, pemerintah, dan penyedia layanan publik. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak dapat berkolaborasi agar pelayanan air bersih di Kota Makassar semakin baik ke depan,” ujarnya.

Turut mendampingi Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Wahidin, Plt Kepala Bagian Produksi Achmad Kamil Asri, serta Plt Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Hasan.