Artikelnews, Mamuju – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Bau Akram Dai, pimpin rapat persiapan pelaksanaan Festival Musik dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI Tahun 2026, pada Selasa (28/7/2026).
Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Kerja Kepala Dispoparekraf Sulbar tersebut dihadiri pejabat fungsional dan staf Bidang Ekonomi Kreatif. Rapat dimaksudkan sebagai langkah awal memastikan seluruh tahapan persiapan kegiatan berjalan optimal.
Mengawali pertemuan, Pejabat Fungsional Bidang Ekonomi Kreatif, Ki Hajar, memaparkan perkembangan kesiapan pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju.
Ki Hajar menjelaskan, pihaknya telah menyusun konsep acara, jadwal pelaksanaan, susunan penampilan, kebutuhan sarana dan prasarana, pengamanan, serta strategi publikasi dan promosi guna mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan.
Ia menyampaikan bahwa Festival Musik akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni, di antaranya penampilan tarian tradisional dan pertunjukan musik yang melibatkan talenta-talenta lokal Sulbar.
Selain itu, kegiatan juga akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor ekonomi kreatif sebagai upaya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan festival. Hal ini sejalan dengan program Gubernur Sulbar, Suhardi Duka yang terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap aspek teknis, mulai dari kesiapan lokasi, penampilan pengisi acara, hingga pengelolaan area UMKM dapat dipersiapkan secara matang sehingga pelaksanaan festival berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Ki Hajar.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa Festival Musik tidak hanya dimaknai sebagai hiburan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi para pelaku seni dan budaya Sulbar untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan karya-karya terbaik kepada masyarakat luas.
Menurutnya, pelibatan UMKM ekonomi kreatif dalam festival akan memberikan dampak ekonomi yang nyata melalui peningkatan nilai jual produk berbasis kreativitas, perluasan peluang usaha, dan penguatan daya saing produk lokal.
“Festival Musik ini harus menjadi panggung yang mampu menampilkan kekayaan seni dan budaya Sulbar secara berkualitas. Momentum peringatan Hari Kemerdekaan harus kita manfaatkan untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang,” kata Bau Akram.
“Kita dorong kegiatan festival seperti ini untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulbar melalui penyelenggaraan event yang berkualitas. Maka Festival Musik ini perlu dikemas secara profesional, aman, tertib, dan menarik sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat maupun wisatawan. Sinergi seluruh panitia menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan,” tambahnya.
Kepala Dispoparekraf Sulbar berharap gelaran Festival Musik tersebut mampu menggerakkan pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan potensi lokal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.




