Artikelnews.com, Parepare — Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Parepare akan menggelar Seminar Pendidikan yang dirangkai dengan pelantikan pengurus IGI Parepare.
Seminar Pendidikan bertema “Mengelola dengan Rasio, Mengajar dengan Hati” dirangkai pelantikan pengurus IGI ini akan berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu (8/8/2026).
Wali Kota Parepare Tasming Hamid rencananya akan hadir langsung membuka kegiatan seminar. Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare Adriani Idrus SP MM akan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sudah audiens dengan Bapak Wali Kota dan Ibu Kadis Pendidikan, mereka mendukung kegiatan kami. Pak Wali upayakan akan membuka kegiatan seminar pendidikan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus IGI Parepare ini. Ibu Kadis Pendidikan akan menjadi narasumber dalam seminar,” kata Ketua IGI Parepare Tamrin SS MPd, Jumat (7/8/2026).

Tamrin yang juga Wakasek SMPN 4 Parepare mengungkapkan, Seminar Pendidikan digagas karena di era yang terus berubah, tantangan pendidik dan pengelola lembaga pendidikan bukan lagi sekadar mentransfer ilmu, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang tangguh secara manajerial sekaligus humanis dalam pendekatan.
Karena itu, melalui Seminar Pendidikan ini, akan dikupas tuntas seni mengajar dengan akal sehat, akal budi, dan nalar untuk efisiensi, manajemen, dan keputusan strategis, serta menggunakan hati untuk merangkul, menginspirasi, dan menyentuh kehidupan para peserta didik.
Narasumber dalam seminar adalah Plt Kadisdikbud bersama Syamril ST MT, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla.
“Apa yang akan peserta dapatkan dalam seminar, adalah wawasan mendalam tentang manajemen pendidikan yang efektif dan adaptif. Strategi praktis membangun koneksi emosional dengan siswa/mahasiswa agar pembelajaran lebih berdampak. Ruang diskusi dan jejaring (networking) bersama para pendidik. Jadi, ayo bapak ibu guru ambil peran dalam bertransformasi,” ajak Tamrin, guru berprestasi nasional.
Tamrin berpesan, menjadi pendidik hebat bukan sekadar tentang seberapa banyak teori yang dikuasai, tetapi seberapa jauh integritas dan kepedulian guru agar bisa menyentuh masa depan mereka. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menimba ilmu.




