Artikelnews, Mamuju — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Munandar Wijaya, menghadiri peluncuran Gerakan Kembali Bersekolah yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Munandar Wijaya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Sulawesi Barat.
“Gerakan Kembali Bersekolah ini sangat kita apresiasi, khususnya kepada Pemprov Sulbar dan Dinas Pendidikan. Mengingat jumlah anak tidak sekolah di Sulbar masih cukup tinggi, maka gerakan ini menjadi langkah yang tepat,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program harus dilakukan secara serius dan menyeluruh agar benar-benar menjangkau seluruh anak tidak sekolah.
“Kita berharap program ini mampu menyasar seluruh ATS di Sulbar, sehingga ke depan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari akses pendidikan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 550 anak tidak bersekolah di Sulawesi Barat telah kembali mengenyam pendidikan melalui program tersebut. Angka ini merupakan bagian dari total 1.700 ATS yang tersebar di enam kabupaten.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengakui capaian tersebut masih belum maksimal, namun tetap menjadi langkah awal yang positif.
“Dari 1.700 anak yang terdata, sebanyak 550 berhasil kita kembalikan ke sekolah. Ini memang belum mencapai 30 persen, tetapi ini adalah awal yang patut kita apresiasi,” ungkapnya.
Peluncuran program ini turut dihadiri unsur Forkopimda Sulbar, Bupati Mamuju, serta diikuti secara daring oleh pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat.
Melalui Gerakan Kembali Bersekolah, Pemprov Sulbar berharap dapat mempercepat penanganan anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.





Tinggalkan Balasan