Artikelnews, Parepare — Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dan Hermanto per Mei 2026, memasuki usia 1,3 tahun sejak keduanya dilantik pada 20 Februari 2025.
Perlahan tapi pasti, gebrakan mulai terlihat pada tahun pertama duet pemimpin muda ini. Yang paling tampak adalah pertumbuhan ekonomi Kota Parepare terus menunjukkan tren positif.
Keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran di awal pemerintahan Tasming dan Hermanto, tidak menyurutkan semangat keduanya untuk membangun dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Terutama keberpihakan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), membuat sektor ini menggeliat.
Kota ditata dengan baik, pelayanan kebersihan ditingkatkan, tidak ketinggalan layanan pendidikan dan kesehatan semakin baik.
Ikon-ikon baru yang menghidupkan perekonomian mulai hadir. Pantai Mattirotasi yang awalnya terkesan dibiarkan tidak terawat, oleh Tasming disulap menjadi kawasan wisata bahari bertajuk PantaiKu. Kini kawasan itu hidup, dan menjadi sumber ekonomi baru.
Kemudian kawasan eks Pasar Seni yang selama ini terbengkalai diambil alih oleh Pemkot Parepare, dan kini dijadikan kawasan wisata kuliner dan kesenian bernama Kampung Enjoy.
Ikon yang sudah ada dilanjutkan namun lebih ditingkatkan, seperti Masjid Terapung BJ Habibie yang kini lebih representatif. Kemudian Anjungan Cempae masih terus dirawat dengan baik.
Terbaru adalah kawasan Pantai Mattirotasi Baru dijadikan objek wisata kuliner dan kesenian, sekaligus menjadi percontohan kawasan bebas kendaraan (car free day/CFD dan car free night/CFN) pada akhir pekan.
Wali Kota Tasming Hamid mengungkapkan, dalam satu tahun lebih pemerintahannya bersama Wawali Hermanto, 18 program unggulan menjadi jawaban yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Terbukti, sentuhan-sentuhan awal pemerintahan Tasming-Hermanto, pertumbuhan ekonomi Parepare terus meningkat, itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 31 Desember 2025.
Pada 2026 ini pertumbuhan ekonomi Parepare ditarget berada di angka 5,90 persen, naik dibanding 2025 di angka 4,29 persen.
Yang paling tampak adalah PDRB per kapita Kota Parepare, menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Secara rata-rata 1 penduduk Parepare dapat menghasilkan nilai tambah sebesar Rp61,97 juta per tahun.
Itu masih ditambah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2021 berada di angka 79,55, kemudian 2022 naik menjadi 79,87, 2023 naik terus 80,36, 2024 naik lagi 80,97, dan pada 2025 81,50.
Dengan IPM 81,50 Kota Parepare berada di peringkat ketiga di Sulsel, dengan status pembangunan manusia dinilai sangat tinggi. Dan pada 2026 IPM Parepare ditarget 81,62.
Polesan Tasming-Hermanto, terutama dengan program unggulan mencetak wirausaha baru melalui Parepare KEREN juga sukses menurunkan angka pengangguran.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Parepare pada 2025 berada di angka 4,98 persen atau turun 0,025 persen dibanding pada 2024.
Demikian juga penduduk miskin Parepare terus mengalami penurunan terutama pada masa pemerintahan Tasming dan Hermanto.
Persentase penduduk miskin Parepare pada 2025 adalah 4,44 persen atau turun 0,83 persen dibanding 2024 yang berada di angka 5,27 persen.
Gini Ratio Parepare juga terus mendekati angka 0. Pada 2024 Gini Ratio Parepare di angka 0,373, dan pada 2025 turun menjadi 0,370.
Pada 2026, Gini Ratio Parepare ditarget menjadi 0,363. Bila Gini Ratio = 0 ketimpangan pendapatan merata sempurna, artinya setiap orang menerima pendapatan yang sama dengan yang lainnya.
Pemerintahan Tasming-Hermanto juga memperhatikan aspek sosial. Melalui program perlindungan sosial dan jaminan kesehatan yakni BPJS Kesehatan sudah mendapatkan penghargaan UHC, dan BPJS Ketenagakerjaan gratis membantu jaminan sosial ribuan tenaga kerja.
Kemudian ada bantuan beras sejahtera bagi ribuan keluarga, program rumah layak huni, bantuan perlengkapan pemakaman gratis, dan program sosial lainnya. Semua program bantuan sosial dipastikan tepat sasaran.
Selain program sosial, Tasming-Hermanto juga fokus pada pembangunan infrastruktur dan digitalisasi pelayanan publik, seperti program Parepare bebas banjir, penyediaan internet gratis di fasilitas umum, pengembangan command center, dan perencanaan kawasan sport center.
Tasming Hamid menegaskan bahwa berbagai program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari pembangunan fondasi menuju visi besar Parepare Kota Terbaik, Sejahtera, dan Maju.
“Program unggulan kami rancang dalam lima tahun, menata sistem dan memastikan arah kebijakan tepat sasaran dan menjadi solusi untuk mensejahterakan masyarakat,” tegas Tasming.
“Ini menjadi tahun pertama kepemimpinan kami bersama Bapak Hermanto. Capaian keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama, dan hal-hal yang belum dicapai itu PR saya bersama Pak Hermanto,” lanjut Tasming.
Optimalisasi Pendapatan
Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan transfer ke daerah dan penyesuaian kebijakan anggaran nasional, Pemerintah Kota Parepare tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja.
Plt Kepala BKD Parepare, Indra Karyana menjelaskan bahwa struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parepare saat ini masih ditopang oleh pajak daerah, retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, serta retribusi perizinan tertentu.
“Adapun salah satu strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini, yaitu Pemerintah Kota Parepare terus mendorong digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas serta memberikan kemudahan akses wajib pajak memenuhi kewajiban tepat waktu ” ungkap Indra.





Tinggalkan Balasan