Artikelnewss, Makassar – Hasil studi mengenai kandungan apel di Amerika Serikat menunjukkan jika buah tersebut efektif untuk mencegah dan juga menyembuhkan sejumlah penyakit yang tergolong berat.
The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid, khususnya apel dan pir, dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan pada populasi dewasa.
Studi ini menemukan bahwa kandungan antosianin dan kuersetin dalam apel bekerja dengan cara menghambat enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, sehingga mencegah lonjakan glukosa darah pasca makan.
Hal ini menegaskan peran apel sebagai bagian dari diet fungsional untuk kesehatan metabolik.
Berkat kandungan nutrisinya, apel memiliki peran penting dalam manajemen dan pencegahan berbagai penyakit.
Dilansir dari Halodoc.com, Rabu (1282026), berikut ini sejumlah kondisi medis yang dapat terbantu dengan rutin mengonsumsi apel:
- Sembelit (Konstipasi)
Kombinasi serat larut (pektin) dan serat tidak larut (selulosa) dalam apel membuat proses pencernaan lebih lancar. Serat tidak larut menambah massa feses, sementara pektin melunakkannya, sehingga buang air besar menjadi lebih teratur.
- Kolesterol Tinggi (Hiperkolesterolemia)
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dua apel sehari secara signifikan dapat menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat. Serat larut dalam apel menghambat penyerapan kembali kolesterol di usus, sehingga kadarnya dalam darah berkurang.
- Diabetes Tipe 2
Apel memiliki indeks glikemik yang rendah. Kandungan polifenol di dalamnya membantu mencegah kerusakan sel beta di pankreas yang bertugas memproduksi insulin, sekaligus mengurangi resistensi insulin pada sel-sel tubuh.
- Penyakit Jantung dan Stroke
Kandungan flavonoid dalam apel dikaitkan dengan penurunan risiko stroke hingga 20%. Flavonoid membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi oksidasi LDL, dan menjaga elastisitas pembuluh darah arteri.
- Obesitas (Kegemukan)
Apel adalah makanan yang sangat mengenyangkan namun rendah kepadatan kalori. Konsumsi apel sebelum makan besar terbukti dapat menurunkan asupan kalori total harian karena kandungan air dan seratnya memberikan sinyal kenyang lebih cepat ke otak. - Asma dan Masalah Pernapasan
Antioksidan kuersetin dalam kulit apel dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Orang yang rutin mengonsumsi apel diketahui memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dan risiko serangan asma yang lebih rendah.
- Gangguan Mikrobiota Usus
Sebagai agen prebiotik, apel mendorong pertumbuhan bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium. Keseimbangan bakteri usus yang baik sangat penting untuk mencegah peradangan usus kronis dan meningkatkan sistem imun tubuh secara keseluruhan.




