Artikelnews, Makassar – Di tahun 2026 ini ternyata ada tren yang sedang banyak diikuti orang-orang di Korea Selatan, yakni berlari sangat pelan di taman kota maupun sepanjang Sungai Han di Seoul.

Sekilas, aktivitas tersebut tampak seperti berjalan cepat. Namun, olahraga ini ternyata memiliki nama slow jogging, sebuah metode lari berintensitas rendah yang kini menjadi tren kebugaran terbaru di Korea Selatan.

Popularitas slow jogging tidak muncul begitu saja. Sejumlah media Korea melaporkan bahwa tren ini berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari.

Setelah booming komunitas lari dan marathon dalam dua tahun terakhir, kini banyak warga Korea mulai beralih ke aktivitas fisik yang lebih ringan, nyaman dilakukan setiap hari, dan tidak membebani tubuh.

Dilansir dari Popmama.com, Jumat (31/7/2026), menurut The Korea Herald, olahraga lari telah menjadi salah satu aktivitas kebugaran dengan pertumbuhan paling pesat di Korea Selatan.

Popularitas running crew, marathon, hingga komunitas olahraga di ruang terbuka membuat semakin banyak masyarakat mencari alternatif olahraga yang bisa dilakukan semua kalangan tanpa harus mengejar kecepatan maupun jarak tempuh tertentu.

Di tengah tren tersebut, slow jogging mulai mencuri perhatian. Pada awal Juli 2026, berbagai video yang menampilkan kelompok masyarakat berlari dengan langkah pendek dan tempo santai menjadi viral di media sosial.

Banyak orang penasaran karena cara berlarinya tampak jauh lebih lambat dibanding jogging pada umumnya, tetapi justru disebut memberikan manfaat kesehatan yang besar.

Manfaat Slow Jogging

Meski dilakukan dengan santai, slow jogging tetap termasuk olahraga aerobik yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, memperbaiki daya tahan tubuh, membantu membakar kalori secara bertahap, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, serta mendukung kesehatan mental dengan membantu mengurangi stres.

Karena tidak terlalu melelahkan, banyak orang juga lebih mudah menjadikan slow jogging sebagai rutinitas harian dibanding olahraga dengan intensitas tinggi.

Hal inilah yang membuat olahraga tersebut semakin populer di Korea Selatan, terutama di kalangan pekerja muda yang ingin tetap aktif tanpa harus menghabiskan banyak energi.

Pada akhirnya, tren slow jogging menunjukkan bahwa olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan intensitas tinggi agar bermanfaat.

Justru dengan bergerak secara konsisten dan sesuai kemampuan tubuh, seseorang dapat memperoleh manfaat kesehatan yang lebih berkelanjutan.