“Kado Terbaik 2 Tahun Majelis Syuhada Parepare”

Artikelnews.com, Jakarta — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik. Putra kelahiran Kota Parepare kembali mengukir prestasi gemilang dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional.

Dr. Handar Subhandi Bakhtiar, S.H., M.H., M.Tr.Adm.Kes., Dip.FS, putra sulung H Bakhtiar Syarifuddin (HBS), Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, resmi meraih jabatan akademik Lektor Kepala (Associate Professor) pada bidang kepakaran Hukum Pidana dan Forensik.

Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan intelektual Dr Handar Subhandi Bakhtiar, yang juga merupakan suami dari dr. Siti Fathiyah Sapsuha S.Ked, yang kini tengah meniti pendidikan sebagai mahasiswa S2 Kedokteran Spesialis Obgin di Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Bukan hanya karena jabatan Lektor Kepala merupakan jenjang akademik yang lebih tinggi, tetapi karena capaian tersebut diraih melalui proses panjang dan ketat yang menuntut kompetensi, rekam jejak akademik, serta konsistensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Resmi Naik Satu Tingkat

Kenaikan jabatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 19662/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam keputusan tersebut, Dr. Handar Subhandi Bakhtiar yang sebelumnya menduduki jabatan Lektor, kini resmi dinaikkan menjadi Lektor Kepala, terhitung mulai 1 Agustus 2026, sekaligus menjadi kado terbaik untuk 2 tahun Majelis Syuhada Parepare.

Keputusan tersebut juga mencatat bahwa Dr Handar telah memenuhi persyaratan kenaikan jabatan dan lulus Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan Lektor Kepala berdasarkan Sertifikat Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen Nomor 15413/B.B4/DT.04.01/2026 tanggal 22 Juli 2026.

Dengan demikian, penyebutan Associate Professor dalam konteks ini merujuk pada jabatan akademik Lektor Kepala.

Dari Kota Kecil Parepare, Menembus Panggung Akademik Nasional

Lahir di Parepare, 28 April 1993, perjalanan Dr Handar menjadi gambaran menarik tentang bagaimana seorang putra daerah mampu menembus ruang akademik nasional.

Kini, dia mengabdikan diri sebagai akademisi di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), dengan kepakaran pada bidang Hukum Pidana dan Forensik.

Bidang tersebut bukanlah ranah keilmuan yang sederhana. Hukum pidana menuntut ketajaman analisis terhadap norma dan pertanggungjawaban hukum, sementara forensik membutuhkan pendekatan ilmiah dalam mengungkap fakta dan membantu proses penegakan hukum.

Di titik inilah kepakaran Dr Handar menjadi semakin teruji dan dinilai sangat strategis.

Dr Handar yang merupakan Pakar Medikolegal, dan menjabat Koordinator Program Studi Doktor Hukum Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jakarta, kerap menganalisis penyebab kematian, luka, atau jejak biologis, serta memberikan kesaksian di pengadilan.

Dengan keahlian itu, dia baru saja menerbitkan buku terbarunya berjudul “Hukum Pidana”, Asas, Teori, dan Pembaruan Berdasarkan KUHP Nasional dan UU Penyesuaian Pidana. Buku itu ditulis bersama adiknya, Handina Sulastrina Bakhtiar SH MH, yang juga merupakan Dosen Hukum di UPN Veteran Jakarta.

Warisan Pengabdian Sang Ayah, Jejak Keilmuan Sang Anak

Capaian ini terasa semakin istimewa karena Dr Handar adalah putra H Bakhtiar Syarifuddin (HBS), seorang tokoh berpengaruh yang dikenal sebagai Pendiri Gerakan Pejuang Subuh Majelis Syuhada Parepare.

Sang ayah membangun jejak pengabdian melalui dakwah tak berbicara dan pembinaan umat serta gerakan memakmurkan masjid.

Sementara sang putranya memilih medan pengabdian melalui ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi, hukum pidana, dan forensik.

Medannya berbeda, tetapi ruhnya sama-sama mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan umat.

Dari rumah yang melahirkan semangat pengabdian, lahir pula seorang akademisi yang kini dipercaya menempati salah satu jenjang penting dalam dunia perguruan tinggi.

Gelar Lektor Kepala bukan sekadar tambahan prestise akademik.

Di baliknya terdapat tanggung jawab untuk terus menghasilkan karya ilmiah, mengembangkan penelitian, membimbing generasi akademisi berikutnya, serta memberikan kontribusi pemikiran bagi perkembangan ilmu hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.

Karena itu, capaian ini bukanlah akhir perjalanan. Justru di sinilah amanah keilmuan dimulai dan menjadi semakin besar.

Semakin tinggi kedudukan akademik, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga integritas, memperluas manfaat ilmu, dan menghadirkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kabar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Parepare, terkhusus keluarga besar Majelis Syuhada Parepare.

Seorang putra daerah kelahiran Parepare kini membawa nama daerahnya ke lingkungan akademik tingkat nasional melalui kepakaran Hukum Pidana dan Forensik.

Dari sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, memulai langkah berliku itu dan kini sampai ke Jakarta.

“Selamat dan sukses nak atas amanah barumu sebagai Lektor Kepala (Associate Professor) dalam kepakaran Hukum Pidana dan Forensik. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan atas ilmu dan pengabdianmu menjaga integritasmu memperluas manfaatnya bagi orang banyak, serta menjadikannya akademisi yang tidak hanya tinggi dalam jabatan, tetapi juga tinggi dalam ilmu, akhlak dan budi pekerti,” kata H Bakhtiar Syarifuddin, mendoakan sang anak.