Artikelnews, Mamuju – Sebanyak 17 tenaga medis dan tenaga kesehatan Penugasan Khusus Periode II Tahun 2026 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
Belasan tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut selanjutnya akan didayagunakan pada fasilitas pelayanan kesehatan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Pasangkayu.
Penyerahan tenaga medis dan tenaga kesehatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Penugasan Khusus Periode II Tahun 2026 oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang dilaksanakan secara daring, Kamis (10/9/2026).
Penugasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor PG.01.05/F.IV/4504/2026 tanggal 5 September 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Penugasan Khusus Periode II Tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan melalui penempatan tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran tenaga penugasan khusus menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan.
“Ini menjadi salah satu upaya kita dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Barat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang semakin baik,” ujar dr Nursyamsi.
Ia menegaskan, penguatan sumber daya manusia kesehatan sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
“Penguatan SDM kesehatan merupakan bagian dari upaya mendukung visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. Kita ingin pembangunan kesehatan tidak hanya berorientasi pada fasilitas, tetapi juga memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat,” lanjutnya.
Menurut dr Nursyamsi, pemerataan tenaga kesehatan menjadi semakin penting karena karakteristik geografis Sulawesi Barat yang memiliki wilayah dengan tantangan akses dan keterjangkauan pelayanan.
Karena itu, para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mendapatkan penugasan diharapkan tidak hanya menjalankan tugas pelayanan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi wilayah serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat.
“Para tenaga penugasan khusus ini kami harapkan dapat menjadi bagian dari tim di fasilitas pelayanan kesehatan. Bangun kolaborasi, pahami kondisi masyarakat dan berikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah kabupaten dan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah penempatan agar para tenaga yang ditugaskan dapat bekerja secara optimal sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku.
Penambahan 17 tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu. Selain mendukung kesinambungan pelayanan, kehadiran tenaga kesehatan diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sekaligus mendukung pencapaian berbagai program prioritas kesehatan di Sulawesi Barat.
Program Penugasan Khusus dengan demikian tidak sekadar menjadi skema penempatan tenaga kesehatan, tetapi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan dekat dengan masyarakat.




