Artikelnews, Jakarta – Pemain bulutangkis tunggal putra Indonesia Jim Jason Kiazen membawa satu modal yang tidak selalu tercatat dalam daftar gelar yaitu penampilan, pengalaman, disiplin, dan identitas sebagai pemain yang tumbuh dari tradisi bulutangkis Indonesia. Tentu pantas jika pemain asal Jakarta ini siap menembus prestasi bulutangkis dunia.

Nama Jim Jason Kiazen mungkin belum menjadi nama yang paling sering disebut dalam percakapan tentang tunggal putra Indonesia. Namun, perjalanan kariernya menyimpan cerita yang menarik.

Berkat talenta dan permainannya yang disiplin menjadikannya salah pemain tunggal putra yang mendapat kesempatan menjadi sparing partner tim nasional bulutangkis Indonesia yang dipersiapkan ke Asian Junior Championship dan World Junior Championship tahun 2023.

Bahkan juga, Jim terpilih sebagai brand ambassador (BA) produk ternama Flypower milik legenda bulutangkis Haryanto Arbi.
Jim telah melewati kerasnya persaingan bulutangkis junior di Indonesia. Pada 2016-2019 PBSI selalu menetapkan Jim sebagai pemain unggulan turnamen.


Catatan prestasi tersebut menunjukkan bahwa Jim bukan pemain yang tiba-tiba muncul. Ia tumbuh melalui ekosistem pembinaan bulutangkis Indonesia yang kompetitif.


Hingga saat ini prestasi Jim dalam persaingan bulutangkis tunggal putra dewasa masih terus menorehkan prestasi yang baik dan terus mengasah kemampuan untuk menembus prestasi bulutangkis dunia.


Sebagai diketahui peran sparing partner memang berbeda dengan pemain yang turun bertanding membawa nama negara. Namun, berada di lingkungan tim nasional dan membantu persiapan pemain yang akan menghadapi pertandingan tingkat dunia merupakan pengalaman yang memiliki nilai tersendiri.


Kejuaraan Dunia Junior 2023 sendiri berlangsung di Spokane, Amerika Serikat. PBSI mencatat bahwa para pemain junior Indonesia menghadapi tantangan adaptasi terhadap arena dan kondisi pertandingan sejak babak awal.


Bagi seorang pemain seperti Jim, pengalaman berada dekat dengan atmosfer tersebut dapat menjadi bagian penting dari proses pembentukan mental dan wawasan bertanding.


Ia tidak hanya belajar tentang pukulan dan strategi. Ia juga berhadapan dengan budaya profesional: bagaimana atlet mempersiapkan pertandingan, menjaga kondisi fisik, membangun konsentrasi, serta bekerja sebagai bagian dari sebuah tim.
Pengalaman seperti itu kelak menjadi modal ketika seorang pemain harus membangun kariernya sendiri.


Kekuatan personal branding Jim semakin menarik ketika ia dipercaya menjadi brand ambassador Flypower, merek perlengkapan bulutangkis Indonesia yang didirikan oleh legenda bulutangkis Hariyanto Arbi.


Flypower sendiri memiliki hubungan erat dengan perjalanan Hariyanto Arbi setelah meninggalkan arena profesional. Sejarah resmi Flypower menyebut bahwa usaha tersebut berawal dari pengembangan perlengkapan bulutangkis, dimulai dengan sepatu, kemudian berkembang ke pakaian, raket, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Hariyanto Arbi bukan nama sembarangan dalam sejarah bulutangkis Indonesia. Ia merupakan juara All England 1993 dan 1994 serta juara dunia 1995.


Karena itu, keterkaitan Jim dengan Flypower mempunyai makna yang lebih luas daripada sekadar hubungan komersial.