Artikelnews, Makassar – Bagi sebagian orang dewasa, terutama yang jarang berolahraga, memiliki obesitas, diabetes, atau baru memulai aktivitas fisik, memaksakan jumlah langkah terlalu tinggi justru bisa menimbulkan kelelahan hingga cedera.
Dokter sekaligus ahli ilmu faal olahraga klinis, dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, menjelaskan bahwa jalan kaki tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan, meskipun dilakukan dengan target langkah yang lebih rendah, selama dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan tubuh.
Menurut Iwan, jalan kaki kerap dianggap sebagai olahraga sepele, padahal justru merupakan aktivitas fisik paling realistis dan mudah dilakukan oleh banyak orang.
“Jalan kaki itu sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun saat bekerja, sehingga sangat efektif dijadikan gaya hidup sehat,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Ahad (20/9/2026).
Ia menjelaskan, angka 10 ribu langkah bukanlah kewajiban mutlak bagi semua orang, terutama bagi mereka yang jarang berolahraga atau memiliki kondisi medis tertentu.
“Untuk orang yang jarang olahraga, pasien diabetes, atau obesitas, target 5.000 langkah per hari saja sudah sangat baik sebagai awal,” ujarnya.
Menurut Iwan, memulai dari target yang lebih rendah justru membantu tubuh beradaptasi tanpa menimbulkan keluhan seperti nyeri sendi, pusing, atau kelelahan berlebihan.
Iwan menuturkan, manfaat jalan kaki tidak hanya berkaitan dengan jumlah langkah, tetapi juga konsistensi dan durasi gerakan.
Ia menegaskan bahwa jalan kaki yang dilakukan dengan stabil dan konsisten sudah cukup untuk membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Idealnya, jalan kaki dilakukan secara dinamis selama sekitar 30 menit per hari, baik dilakukan sekaligus maupun dibagi menjadi dua sesi, misalnya pagi dan sore.
“Secara teori, aktivitas fisik ideal itu 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari,” jelasnya.




