Artikelnews.com, Parepare — Green English Community (GreenGlish) UPTD SMP Negeri 1 Parepare dan Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) membangun kolaborasi dalam pembinaan dan pengembangan talenta serta kemampuan Bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran yang kontekstual, komunikatif, dan berorientasi pada penguatan kepercayaan diri.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Jumat (4/9/2026), bertempat di Universitas Muhammadiyah Parepare.

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr. Hj. Henny Setiawati, S.Pd., M.Pd., bersama Ika Merdekasari, S.Pd., M.Pd., Guru UPTD SMP Negeri 1 Parepare sekaligus inovator GreenGlish. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 1 Parepare, H. Ismail Bin Takka, S.Pd., serta turut dihadiri Dr. Syawal, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan I FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kerja sama tersebut berfokus pada pembinaan dan pengembangan Green English Community melalui kegiatan after school setiap pekan. Universitas Muhammadiyah Parepare akan menyediakan mahasiswa Bahasa Inggris sebagai tenaga pendamping untuk memberikan pendampingan secara intensif kepada peserta GreenGlish.

Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Konteks Nyata

Inovator Ika Merdekasari menjelaskan, GreenGlish dikembangkan dengan prinsip bahwa Bahasa Inggris akan lebih bermakna ketika dipelajari melalui konteks yang dekat dengan kehidupan siswa. Karena itu, kegiatan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk speaking, conversation, presentation, storytelling, creativity, teamwork, dan public communication.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa menemukan dan mengembangkan talenta sekaligus membangun keberanian untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata.

“GreenGlish tidak hanya mendorong siswa untuk bisa berbahasa Inggris, tetapi juga berani menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Ika. Dalam pengembangannya, unsur green menjadi nilai penguatan melalui konteks pembelajaran yang ramah lingkungan. Siswa dapat menggunakan Bahasa Inggris untuk membahas persoalan di sekitar mereka, menyampaikan gagasan, membuat karya, dan mengembangkan kebiasaan yang lebih eco-friendly.

Dengan demikian, kata Ika, pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan bahasa, tetapi diarahkan agar memiliki dampak positif dan berkelanjutan dalam kehidupan siswa.

Mahasiswa Mendapat Ruang Praktik

Kolaborasi ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare. Keterlibatan langsung dalam kegiatan GreenGlish menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengelola kelas, mendampingi peserta didik, merancang aktivitas pembelajaran, serta mempraktikkan pembelajaran Bahasa Inggris secara intensif.

Sinergi tersebut menciptakan ekosistem yang saling menguatkan: siswa memperoleh ruang untuk mengembangkan talenta dan kepercayaan diri, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik, sementara sekolah memperoleh dukungan dalam pengembangan program pembelajaran.

Melalui kolaborasi ini, GreenGlish diharapkan terus berkembang sebagai ruang belajar Bahasa Inggris yang kontekstual, kreatif, komunikatif, dan berdampak, dengan semangat eco-friendly dan keberlanjutan sebagai nilai yang menyertai proses pembelajaran.

Pada akhirnya, GreenGlish membawa gagasan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat tumbuh ketika diberikan kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk berani mencoba.