Artikelnews.com, Parepare — Majelis Syuhada Kota Parepare hadir untuk mempersatukan umat Muslim dalam gerakan dakwah tak berbicara, dengan mengedepankan persamaan hindari perdebatan.

Muassis Majelis Syuhada Parepare, H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) menegaskan demikian untuk menghentikan perdebatan antarsesama umat terkait awal Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026.

HBS menekankan, Muhammadiyah yang sudah resmi menetapkan awal puasa 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan perhitungan astronomis, dan Pemerintah melalui Sidang Isbat Kemenag pada 17 Februari 2026 akan menentukan tanggal resmi untuk seluruh Indonesia, masing-masing memiliki dasar dan dalil.

“Tidak perlu diperdebatkan mengenai awal puasa itu, karena Muhammadiyah punya dalil dalam perhitungannya, demikian pula Pemerintahan punya dasar dalam penentuannya. Perbedaan adalah rahmat. Kita di Majelis Syuhada mengedepankan persamaan. Yang meyakini awal Ramadan berdasarkan hitungan Muhammadiyah silakan ikuti. Dan yang meyakini berada di jalur Pemerintah silakan. Yang terpenting mari kita bersama-sama sambut Ramadan dengan senyum bahagia dan suka cita,” seru HBS, Senin (15/2/2026).

“Jangan selalu memperpanjang perdebatan, berusahalah mencari persamaan dan hindari berdekatan dengan perbedaan,” lanjut HBS, memesankan.

HBS mengemukakan, bagi jamaah Majelis Syuhada yang meyakini awal puasa berdasarkan perhitungan Muhammadiyah silakan berada di gerbang Muhammadiyah. Sementara bagi yang mengikuti Pemerintah, silakan berada di jalurnya, tidak ada perdebatan.

“Tidak ada yang salah, semua benar. Mari kita Istikomah karena semua keyakinan punya dasar masing-masing. Jadi tidak perlu diperdebatkan. Justru yang salah kalau tidak puasa,” tegas HBS.

HBS pun mengungkapkan, Majelis Syuhada dalam gerakan Safari Salat Subuh Berjamaah selama ini juga selalu mengedepankan persamaan, dan menghindari perdebatan.

“Pun saat kami Safari Salat Subuh Berjamaah di sejumlah masjid, kami semua istiqomah mengikuti imam. Bila imam salatnya lakukan qunut, kami pun qunut. Demikian juga jika imam salatnya tidak qunut kami pun ikut tidak qunut. Selesai salat Subuh saya pesankan jangan ada perdebatan antara qunut dan tidak qunut, yang terpenting adalah kita semua menegakkan salat Subuh. Karena semangat Majelis Syuhada adalah Pejuang Subuh yang menegakkan salat Subuh berjamaah,” ungkap HBS.

Safari Salat Subuh di Bulan Ramadan

Majelis Syuhada Parepare kembali melanjutkan Safari Salat Subuh Berjamaah pada Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat Subuh (20/2/2026).

Safari Salat Subuh perdana di Bulan Ramadan dijadwalkan di Masjid Agung AG. KH. Abdurrahman Ambo Dalle, Jalan Jend. Ahmad Yani, Poros Parepare – Sidrap Km 2, Parepare.

Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin (HBS) mengatakan, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyatakan siap hadir langsung membersamai jamaah Majelis Syuhada dalam Safari Salat Subuh perdana Bulan Ramadan di Masjid Agung.

“Mari kita sama-sama memakmurkan Masjid Agung AG. KH. Abdurrahman Ambo Dalle, dengan memutihkan dan merapatkan shaf Salat Subuh berjamaah. Marhaban Ya Ramadan, semoga kita semua kembali dipertemukan dengan Bulan Ramadan tahun ini, dan menjalankan penuh ibadah puasa, sehingga kembali menjadi suci bersih, mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin,” tandas HBS, mendoakan.