Artikelnews.com, Parepare — Empat daerah di kawasan Ajatappareng yakni Kota Parepare, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Sidrap, masuk dalam proyek nasional pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Regional.

SPAM Regional Ajatappareng masuk di antara pembangunan delapan SPAM Regional di Indonesia melalui proyek peningkatan akses air minum perpipaan dengan cakupan layanan air minum di 20 Kabupaten/Kota sebanyak 51.200 SR, dengan potensi maksimal 256.000 SR

Perencanaan pembangunan pengelolaan air minum dengan skala regional ini dibahas dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Parepare, Selasa (5/5/2026).

Rapat dihadiri langsung oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid didampingi Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun, Kepala Dinas PUPR Parepare Budi Rusdi, Direktur PAM Tirta Karajae Abdul Azis, beserta jajaran terkait Pemkot Parepare dan PAM Tirta Karajae.

Turut hadir langsung Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang La Tinro didampingi oleh Kepala Bappeda Enrekang, Kepala Dinas PU Enrekang, dan PDAM Enrekang. Hadir juga pejabat Bappeda Sidrap, Dinas PU Sidrap, PDAM Sidrap, Bappeda Pinrang, Dinas PU Pinrang, dan PDAM Pinrang.

Fokus isu bahasan dalam rapat adalah status dan kondisi Rencana Induk SPAM (RISPAM) masing-masing offtaker. Kemudian tarif air curah, tarif operasional dan rencana bisnis, wilayah pelayanan dan BNBA, ketersediaan SDM, lokasi/titik offtake dan skematiknya, pengelolaan pasca konstruksi, hingga biaya OM.

Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun mengungkapkan, pentingnya SPAM Regional Ajatappareng dilatarbelakangi antara lain, krisis air baku di Parepare, ditambah kualitas air tanah (sumur dalam) agak tinggi kandungan zat besi, dan debit Sungai Karajae menurun di musim memarau.

Selain itu, tingkat pelayanan air minum daerah di Ajatappareng, masih rendah. Di antaranya Enrekang 19%, Sidrap 14%, dan Pinrang 10%, berdasarkan analisis konsultan pada 2022.

Belum lagi PDAM Pinrang tidak beroperasi karena tidak sanggup menutup biaya
operasi, yang berharap mendapat suplai SPAM Regional agar beban operasional
tidak terlalu berat.

Rencana pembangunan SPAM Regional ini turut didukung oleh Parepare sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) untuk pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, dan pelabuhan nasional.

Berdasarkan studi RISPAM Provinsi Sulawesi Selatan telah ditetapkan
bahwa perlu perencanaan pengembangan SPAM Regional Ajatapareng. Ruang lingkup teknis SPAM Regional, di antaranya sumber air adalah Sungai Tabang Desa Lebani, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lebani, off take (pengambilan air curah) untuk Enrekang, Sidrap, Pinrang, dan Parepare.

“Off take Kota Parepare terletak di Kelurahan Galung Maloang, berdekatan
dengan Reservoar Lariangnyarengnge dengan debit Air sebesar 200 liter per detik. Daerah layanan dan wilayah pelayanan Kota Parepare direncanakan pada empat Kecamatan dan 22 Kelurahan,” ungkap Zulkarnaen.

Zulkarnaen mengemukakan, RPJMD Parepare 2025-2029, dengan visi pembangunan Parepare Kota Terbaik, Sejahtera dan Maju, dengan salah satu misi pembangunan terkait SPAM adalah mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur publik yang inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan bencana.

“Salah satu sektor yang sangat penting dalam menunjang kehidupan perkotaan
adalah penyediaan air minum/air bersih. Karena itu, Pemerintah Kota Parepare
berkomitmen kuat dalam pemenuhan ketersediaan air bersih dan air minum
yang layak dengan kualitas yang sudah baik. Itu dengan disiapkannya pendanaan
penyertaan modal ke PAM Tirta Karajae,” tegas Zulkarnaen.

Menjadi rekomendasi dalam rapat tersebut yakni pertama, nota kesepakatan SPAM Regional Ajatappareng belum diprogramkan. Kedua, belum ada penganggaran dari Pemerintah Daerah terkait pembebasan lahan. Ketiga, kelembagaan SPAM Regional Ajatappareng belum ada. Dan keempat, perlu dilakukan reviu DED SPAM Regional Ajatappareng.